Serbaneka

Rumah Barbie Monang Telah Sampai Di Malaysia

Monang Siagian/Publika (Kartik Byma)

PUBLIKA– Namanya Monang Siagian, Usianya 56 tahun, dulu ia adalah seorang pekerja kerajinan di pulau Jawa, tak ingin berlama-lama menjadi karyawan, Pria 3 anak ini memutuskan pulang ke Medan.  Berkat kegigihannya,15 tahun kemudian, Monang mampu mengekspor kerajinan karyanya hingga sampai ke Malaysia.

Monang gesit berjalan melewati tumpukan kayu bahan kerajinannya, meskipun sebelah kakinya telah diamputasi sejak ia berusia 8 tahun akibat terjatuh. Siapa sangka, bekas karyawan ini kini mampu memiliki bengkel kerajinan sendiri, bahkan ia telah pula memiliki karyawan sendiri.

Foto: Kartik Byma

Publika menemui Monang di bengkel kerajinannya, Rabu (23/5). Sebuah bengkel sederhana terletak di jalan Adi Sucipto, Medan Polonia. Di sini ia menuturkan jalan panjang yang telah ia lalui dalam membangun usaha kerajinan ini.

“Dahulu saya bekerja di sebuah perusahaan kerajinan milik orang asing berkewarganegaraan Inggris di Pulau Jawa, saat itulah saya belajar membuat kerjainan, terutama rumah Barbie, kemudian saya memutuskan pulang untuk membuka usaha sendiri di Medan,” Ujar Monang

Tempat ia bekerja dulu kata Monang, hanya memproduksi rumah Barbie khusus ekspor, tidak dipasarkan di dalam negeri. Bahan-bahannya juga berbeda dari saat ini yang dibuat Monang.

“Kalau di Jawa sana dibuat dari bambu atau rotan, karena ekspor mayoritas pembelinya kelas menangah atas, lantaran di Medan harga bambu atau rotan sedikit mahal, maka dibuat dari bahan triplek sehingga harganya lebih mudah,” ungkap Monang.

Foto: Kartik Byma

Selain ongkos produksi lebih murah, menurut Monang dengan bahan triplek waktu yang digunakan juga lebih singkat, jika menggunakan rotan atau bambu dapat menghabiskan waktu hingga 4 hari untuk setiap unitnya, sementara bahan triplek dapat diselesaikand alam waktu dua hari.

“Harganya tentu lebih murah, harganya juga terjangkau hanya 800 ribu hingga 900 ribu, sedangkan harga yang terbuat dari bambu sangat mahal kalau disini kita dapat menjualnya dengan harga 1,5 juta,” jelasnya.

Berkat kegigihannya, karya kerajinan rumah barbie yang telah dilakoni belasan tahun ini tidak hanya diminati oleh warga Kota Medan, namun permintaan telah berdatangan dari Batam, Jambi, Pekanbaru hingga Jakarta. Bahkan Monang telah merambah pasar negara tetangga Malaysia.

Penulis: Kartik Byma
Editor: Bim Harahap

Komentar Facebook



Loading...
To Top