Grafika

Kiprah Gelandang Asing PSMS Medan Dilshod Selama Bulan Ramadan

Infografis Dilshod/Publika

Publika- Dari empat pemain asing PSMS Medan di  Liga 1 musim kompetisi 2018, satu di antaranya merupakan seorang muslim, dialah Dilshod Sharofetdinov. Untuk itu, tepat rasanya mengulas sedikit tentang aktivitas pemain berpaspor Uzbekistan di bulan Ramadan, yang tentunya juga melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim, berpuasa sebulan penuh.

Kepada Publika, gelandang kelahiran 15 Oktober 1985 itu cukup senang ketika mengetahui akan diwawancarai soal aktivitas selama Ramadan, di negara yang jauh dari tempat kelahirannya, Samarqand, Uzbekistan. Apa lagi, selama bulan puasa, pertandingan di Liga 1 digelar malam hari, atau usai berbuka.

Bukan kali pertama bagi ayah dua anak ini menjalani ibadah Ramadan jauh dari keluarga. Pasalnya, sebelum berkostum PSMS, selama beberapa tahun dia membela klub sepakbola seperti T-Team (2016-2018) dan Sime Darby (2014-2015), klub liga Malaysia.

Infografis: Adil Nugraha

Jarang Keluar Rumah, Lebih Pilih Masak Sendiri

Namun menariknya, kendati dia cukup menyukai makanan Indonesia dan Malaysia yang cita rasanya tidak jauh berbeda, untuk urusan asupan makanan selama bulan suci, dia memilih memasak sendiri.

“Di Ramadan ini aku masak sendiri. Aku sekarang masih sendiri di Medan, keluarga masih di Uzbekistan. Soal masakan di Medan tidak ada masalah tapi aku lebih suka masak sendiri,” ucap suami dari Zarina, 30, baru-baru ini.

Ayah Diyorjon, 9, dan Damirjon, 5, itu mengungkapkan, jika di Medan dia berpuasa sekitar 13 jam, di Uzbekistan justru lebih lama, sekitar 16 jam.  Beda dengan Medan, waktu Subuh di negara pecahan Uni Soviet tersebut sekitar pukul 03.30 pagi dan berbuka puasa pukul 07.30 malam.

Kalau untuk urusan cuaca, Dilshod mengaku cukup nyaman di Kota Medan, khususnya selama bulan Ramadan kali ini yang tidak terlalu terik. “Soal cuaca pun tidak masalah. Satu-satunya masalah, saya sendiri di sini (Medan),” ujarnya berseloroh.

Soal ibadah pun dia mengaku cukup nyaman. Seperti untuk salat, kebetulan, jarak apartemen tempat tinggalnya ke masjid hanya berjarak 50 meter. “Masjid ada di depan apartemen saya. Saya suka habiskan waktu di masjid, walau tidak bisa lima waktu karena aktivitas latihan dan lain-lain,” ungkap pesepakbola yang cukup lama membela klub negaranya, FK Samarqand-Dinamo (2004-2008 dan 2015) serta FK FC Pakhtakor Tashkent (2009-2013).

Menjalankan ibadah puasa, pria dengan tinggi badan 188 cm itu cukup taat. Dia lebih memilih tidak beraktivitas banyak untuk bisa menjalankan puasa dengan baik. “Kalau puasa, aku lebih suka di rumah. Keluar rumah untuk latihan, habis latihan kembali lagi ke rumah. Kalau keluargaku di sini mungkin aku ajak mereka jalan-jalan mencoba sesuatu yang baru. Tapi itu baru bisa kulakukan setelah Ramadan, karena Insya Allah keluargaku sudah di sini dua pekan ke depan,” ungkap putra pasangan Aslidin, 61 dan Nigora, 57.

Tidak banyak pilihan bagi Dilshod soal menu berbuka puasa. Selain kurma, dia lebih suka memasak makanannya sendiri yang khas Uzbekistan. Saat ditanya seperti apa bahan makanannya itu, dia tidak berkomentar banyak. “Nanti aku undang makan di apartemen biar tahu seperti apa makananku,” ucap pemain yang sedang berjuang sembuh dari cedera ringan di pahanya itu sambil tersenyum.

Namun, tidak seperti muslim di Medan yang menjadikan Ramadan untuk membaca Qur’an,  latar belakang tinggal di kota yang tidak terlalu religius diakui Dilshod membuat Ramadan tidak sering diisi dengan membaca kitab suci Al Qur’an, begitu juga saat di Medan. “Jarang (baca Qur’an) karena di negaraku juga seperti itu,” aku pemain yang memelihara kumis dan jenggot itu.

Kota Medan dengan klub kebanggaannya PSMS Medan menurutnya sangat dia sukai. Selain dengan kondisi kota yang ramah dan bersahabat serta memiliki mal yang bagus, sambutan fans PSMS Medan juga diakuinya luar biasa. Dia mengaku sangat senang bisa meladeni foto bareng suporter yang kebetulan berpapasan dengannya.

“Ya, mereka (warga Medan) banyak yang kenal aku. Tentunya saat berpapasan mereka sering minta berfoto bersama, tanda tangan, aku suka itu. Apa lagi PSMS Medan punya banyak suporter. Aku sangat suka kota ini, selain besar, orangnya juga ramah,” pungkasnya.

Penulis: Syukri Amal
Editor: Syukri Amal

Komentar Facebook



Loading...
To Top