Demokratia

Pungli Perizinan, Kepala Dinas Di Padang Lawas Kena OTT

Tersangka Pungli/Istimewa

PUBLIKA.CO.ID- Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Padang Lawas, Sumut, Asreh Hasibuan ditangkap Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT).  Dia ditangkap tangan melakukan pungli dalam kasus pengurusan Izin Usaha Perkebunan Budidaya (IUB-B) yang dimohon PT. Duta Varia Pertiwi.

“Tersangka kita tangkap dalam OTT (operasi tangkap tangan) yang dilakukan Subdit III / Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut di Hotel Al-Marawah, Jalan Ki Hajar Dewantara, Bangun Raya, Sibuhuan, Padang Lawas pada Senin (28/5) sore,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut, Kombes Toga Habinsaran Hasibuan, Rabu (30/5/2018).

Dalam operasi tangkap tangan itu turut diamankan uang tunai Rp 50 juta yang menjadi barang bukti “Uamg sebesar Rp 50 juta itu merupakan panjar penerbitan izin usaha perkebunan budidaya (IUP-B) dari sejumlah Rp 250 juta yang diminta oleh trsangka,” sambung Toga.

Baca juga:  KPU Medan Tetapkan DPT Pilpres 1,6 Juta Pemilih

Penangkapan terhadap Asreh berawal dari informasi dari masyarakat yang menyatakan Asreh meminta sejumlah uang dalam pengurusan Izin Usaha Perkebunan Budidaya (IUP-B) PT Duta Varia Pertiwi (DVP). Dia meminta uang Rp 250 juta kepada Ely Irwan Harahap, kuasa PT Duta Varia Pertiwi.

Ely menawar untuk biaya pengurusan izin tersebut Rp 150 juta. Namun Asreh tetap meminta pada angka Rp 250 juta. Saat itu Asreh meminta panjar terlebih dahulu sebesar Rp 50 juta dan sisanya ditansfer via rekening.

Uang panjar tersebut sebelumnya dipindahkan sopir dari mobil Ely ke Mobil dinas Asreh yang berada di parkiran Hotel Marwah sekitar pukul 14.00 wib. Uang dalam plastik warna hijau itu kemudian diletakan diatas tumpukan berkas diatas jok sebelah kiri mobil Toyota Rush berplat merah BB 1064 KK.

Baca juga:  Rapimda III Golkar Sumut, Airlangga: Kader Golkar Harus Fokus Sosialisasikan Kinerja Jokowi-JK

Asreh kemudian membuka bungkusan berisi uang tersebut dan memindahkan Rp 5 juta dari dalam plastik. Sisa Rp 45 juta kemudian diletakan ke jok belakang dengan ditutupi bantal bermotif bunga-bunga.

Saat mengendarai mobilnya hendak meninggalkan pekarangan Hotel Al-Marawah sekira pukul 15.00 wib, petugas dari Subdit III/tipikor Ditreskrimsus langsung menjegat dan Asreh.

Dari dalam mobil tersangka, petugas menyita barang bukti berupa uang tunai Rp 50 juta dan beberapa dokumen lain seperti Surat Permohonan Izin Lokasi PT Duta Varia Pertiwi di Desa Ujung Batu, Sosa, Padang Lawas dengan Nomor: 006/DVP/III/18 tanggal 06 Maret 2018. Turut pula diamankan bantal motif bunga-bunga, plastik hijau, serta 3 unut HP milik Arseh dan 2 unit HP milik Ely Harahap.

Baca juga:  Dialog Patron Institute: Menegaskan Konsekuensi Hukum, Menuju Kampanye Politik Ramah Lingkungan

Saat ini Asreh sedang dalam pemeriksaan lebih lanjut meski sudah ditetapkan sebagai tersangka. Pihak kepolisian juga masih melakukan pemeriksaan terhadap Ely Harahap dan 2 bawahan Asreh yang berstatus saksi.

Dalam kasus ini Asreh dijerat dengan pasal 12 huruf e dan atau pasal 11 UU RI No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana tekah diubah dan ditambah dengan UU RI No. 20 tahun 2001. “Ancaman hukumannya minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara,” tutup Toga.

Penulis: Muklis
Editor: Asmojoyo

Komentar Facebook



Loading...
To Top