Historia

Dikisahkan Dari Perjalanan Haji Buya Hamka, Raja Saudi Pernah Angkat Orang Padang Jadi Kapolda di Riyadh

Raja Saudi Kagum Dengan Silat Minang
Foto : dok Ichwan Azhari

PUBLIKA.CO.ID Masa raja Saudi dipimpin Raja Ibnu Saud pernah mengangkat orang Padang menjadi kepala polisi (Kapolda) di Ibu Kota Saudi Arabia, Riyadh. Nama Kapolda dari Padang itu adalah Mustafa Guguk, berasal dari desa Guguk di pinggiran Bukit Tinggi.

Buya Hamka dalam kisah perjalanan hajinya melaporkan pengangkatan itu disebabkan raja Saudi kagum pada ilmu “silat Padang” yang dimiliki Mustafa.

Foto: Dok Ichwan Azhari

Satu ketika ada penjahat masuk istana Sang Raja. Polisi istana tidak ada yang berani menangkapnya. Lalu Mustafa yang bekerja juga sebagai salah satu polisi istana itu mengejar penjahat, bertarung menggunakan ilmu “silat Padang” dan menang.

Raja terpesona : “Tamanna” (mau minta apa?) kata sang Raja. “Kepala polisi” kata Mustafa. Maka diangkatlah dia jadi kepala polisi berkat ilmu Silat Padang itu. Benarkah ini? Penelusuran sejarah diperlukan untuk mengungkap kebenaran orang Padang pernah jadi Kapolda Riyadh berdasar kisah perjalanan haji Buya Hamka ini.

Buya Hamka ingin menjelaskan, masa itu ada 3000 orang Indonesia menetap di Saudi Arabia dan orang Indonesia sangat disukai (termasuk oleh keluarga raja) sebagai pekerja yang rajin, tekun dan pintar.

Kisah perjalanan haji Hamka dapat dibaca dalam buku “Kenang kenangan Hidupnya” dan juga di buku “Mandi Cahaya di Tanah Suci”. Kisah perjalanan haji Buya Hamka juga bisa dibaca dalam buku kumpulan tulisan yang dikumpulkan Henri Chambert Loir dan Suyadi et.al.(2013) “Naik Haji di Masa Silam”. Berkat ilmu silat kita pernah dikabumi Raja Saudi, apakah kini kita masih punya ilmu silat yang lain? (Ichwan Azhari).

 

Dr. Phil. Ichwan Azhari

Lahir di Medan, Sumatera Utara, 16 November 1961, adalah seorang sejarawan, pengajar dan ahli filologi (Filolog) Indonesia. Saat ini Ia menjadi Dosen di Universitas Negeri Medan. Pada April 2006 Ichwan mendirikan Pustaka Humaniora (Pusra) dengan koleksi dokumen serta arsip-arsip lama sejarah Nusantara yang ia dapatkan dari perburuannya selama tujuh tahun di berbagai perpustakaan dan kampus di Belanda dan Jerman serta sumbangan dari kolega dan berbagai instansi pemerintah.

Tulisan ini dikutip langsung dari laman facebook Dr. Phil. Ichwan Azhari tanpa pengubahan redaksi atas seizin Dr. Phil. Ichwan Azhari

Editor: Bim Harahap

Komentar Facebook



Loading...
To Top