Opinia

Catatan Fans Razan : Setan Betul Prajurit Israel yang Menyarangkan Peluru di Dadamu, Dik

Razan Al Najjar (Grafis Publika/Adil Nugaraha)

PUBLIKA.CO.ID Catatan Fans Razan… Aku tak tau bagaimana meninggikanmu Dik Razan.. Mengganti catatan Fans Milan dengan namamu, yang pada terbit perdananya di Publika.co.id mencapai hampir 1.000 pembaca mungkin adalah salah satunya. Meskipun tak cukup tinggi, tapi semoga engkau tau, aku mengagumimu!

Namamu, adalah rindu dan perjuangan paling syahdu. Getar paling dahsyat dari hatiku yang terdalam. Gadis belia sepertimu, mati muda, berlari di antara desing peluru; dentum meriam!

Ah! Aku yang terluka. Mengutukimu berkali-kali. Seharusnya engkau di rumah saja, menanti pria datang meminang, menikah, beranak pinak dan berbahagia. Tapi engkau pilih jalan lain. Jalan yang beronak duri, penuh aroma kematian. Tak gentar pula! Gadis millenial macam apa kau ini! Setan betul prajurit Israel yang menyarangkan peluru di dadamu, Dik.

Iblis macam apa yang tega membidikmu dari kejauhan, saat engkau sedang asyik bergumul dengan kemanusiaan; memperjuangkan mereka yang membela tanah lahirmu, Palestina. Terkutuklah ia sampai ke dasar neraka sana, Dik!

Amarahku belum padam. Meski aku tahu engkau kini di tempat terbaik. Jalan yang kau tempuh adalah ketegaran. Maha Besar Allah yang menganugerahimu keberanian yang teguh itu. Keberanian yang bahkan aku sendiri pun tak punya! Maafkan, Dik. Bila aku mengagumimu dalam kemarahan yang terpendam begini, dalam air mata yang tertahan dan hati yang bergolak.

Dik, kau telah mengajarkan kepada kami apa arti hidup sekali berarti sudah itu mati. Kau ajarkan kami, apa arti kenikmatan dunia bila kau alpa pada rasa keadilan. Keteguhanmu pada jalan yang kau pilih, nyalimu yang besar, perjuanganmu yang tak terperi, pengorbanan masa mudamu; nyawamu; keringatmu; hartamu membuatku seperti tak ada apa- apanya. Membuatku berdecak kagum, dan sialnya hanya itu yang bisa aku lakukan!

Selain melangitkan doa untukmu aku tak bisa berbuat apa-apa, Dik. Inginku di sisimu, meratapi kematianmu dalam kebahagiaan tak terperi. Menggalang perlawanan untuk melawan balik! Mengumpulkan batu, membalaskan dendam, mencari si pengecut itu dan menikamkan belati di dadanya! Ah! Bodoh benar kau, Dik. Seharusnya engkau berlari ke arah berlainan, menyelamatkan diri di balik batu besar. Tapi kau malah berbuat sebaliknya! Menyongsong hujan peluru, memapah yang terluka. Ah, berkali-kali aku tak habis pikir, Dik. Razan…

Tapi aku tau itu bukanlah kesia-siaan. Kematianmu adalah anugerah bagi rasa kemanusiaan. Kau tunjukkan kepada kami iblis yang sebenarnya, PBB yang memuakkan itu! Orang-orang berdasi yang saban hari mengunyah khotbah tentang pengorbanan dan perjuangan di atas mimbar yang kini tampak seperti orang dungu itu! Dik, terima kasih telah mengajarkan kami. Tenang-tenanglah di surga kini dan keistimewaan kematian yang kau dapatkan, sungguh membuatku iri!

Bambang Riyanto

Jurnalis salah satu media cetak ternama di Kota Medan, menulis di waktu senggang untuk opinia Publika.co.id, sebagai seorang fans fanatik klub asal italia AC Milan, ia menamai catatan-catatan pendeknya di halaman facebook dengan Catatan Fans Milan. Catatan tersebut tidak hanya menyoroti masalah olaharaga dalam hal ini sepakbola, melainkan merekam berbagai fenomena sosial, budaya, politik yang kadang terluapkan dengan satir, menggelitik bahkan bisa juga nyelekit. Alumni Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (USU) dan Magister Studi Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan (PWD) USU ini punya gaya sendiri dalam menyalurkan aspirasi. Pengalamannya liputan dalam dan luar negeri, malang melintang di dunia gerakan kampus, kecintaannya berkesenian di Teater O USU memberi perwajahan berbeda dalam kolom opinia publika.co.id. untuk menghargai kehadiran tulisan-tulisannya, kami tetap menanamai kolom tersebut dengan Catatan Fans Milan. Untuk berkomunikasi dengan Bambang Riyanto Dapat menghubungi akun instagramnya be_riyanto

Editor: Bim Harahap

Komentar Facebook



Loading...
To Top