Nusantara

Subhanallah, Jurnalis Humoris itu Meninggal Saat Salat Zuhur

Foto Tengku Deddy Bustamam semasa hidupnya.(ist)

Subhanallah, Jurnalis Humoris itu “Dipanggil” Saat Salat Zuhur

Loading...

MEDAN- Dunia jurnalisme olahraga Sumatera Utara kembali kehilangan salah satu sosok penting. Tengku Deddy Bustamam, 49 tahun, tutup usia, Minggu (1/7) siang saat salat Zuhur.

Informasi tersebut didapat dari koleganya, Hamonangan Panggabean yang juga Ketua Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut yang juga membeberkan banyak kebaikan Deddy jelang kepergiannya.

“Jadi kawan kita itu ada kegiatan halal bihalal di Hotel Grand Kanaya. Waktu masuk waktu Zuhur dia salat. Di rakaat kedua dia terjatuh,” ujar Hamonangan ditemui di rumah duka Jalan Bajak IV Medan Amplas, Minggu (1/7) sore.

Sempat mendapatkan upaya pertolongan, namun selanjutnya rekannya di kegiatan halal bihalal memutuskan membawa ke RS Herna. “Jadi namanya orang awam, belum yakin kalau belum ada keterangan meninggal dari rumah sakit, makanya dibawa ke RS Herna. Kemungkinan saat jatuh dalam salat dia juga sudah tidak ada (meninggal),” ungkap pria yang disapa Monang itu.

Baca juga:  Kurangi Pencemaran Sungai, Ini Saran Pengamat Untuk Pemko Medan

Diakui wartawan senior harian Analisa tersebut, dua tahun belakangan, pria yang meninggalkan satu istri, dua putra dan dua putri itu semakin taat menjalankan kewajibannya sebagai muslim. “Pokoknya dua tahun ini dia semakin wara’. Subuh pun sudah di masjid dia. Dan memang sosok yang baik kawan kita ini,” ungkapnya.

Lantaran sebelumnya masih melihat Deddy dalam keadaan sehat, kepergiannya tetap membuat rekan dan sahabat terkejut. “Kita sangat terkejut dengan mendengar kabar meninggalnya almarhum. Pasalnya beberapa hari sebelumnya dia masih ceria, sehat,” beber Monang lagi.

Hamonangan menjelaskan, almarhum semasa hidupnya sangat berdidikasi terhadap dunia olahraga dan jurnalistik. Merupakan atlet loncat indah Sumut pada tahun 80-an. Terakhir tampil membela Sumut pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 1996, setelah pensiun dari atlet, kemudian terjun ke dunia jurnalistik.

Dia mulai tercatat sebagai wartawan olahraga Harian Analisa mulai tahun 1997. “Meski sudah pensiun, almarhum tetap menyumbangkan gagasannya untuk dunia olahraga Sumut melalui tulisannya,” tambah Hamonangan.

Baca juga:  Kapal Rombongan Kapolres Labuhan Batu Tenggelam, Wakapolres Belum Ditemukan

Siti Khadijah, istri Deddy juga mengungkapkan, Deddy terjatuh saat salat Zuhur dan meninggal. “Mudah-mudahan meninggalnya husnul khatimah,” ucapnya seraya terisak.

Almarhum semasa menjadi wartawan dikenal sebagai sosok humoris. Didikasinya di jurnalistik mengantarkannya pernah menjabat sebagai Ketua SIWO PWI Sumut periode 2006-2010.

Selain berprofesi sebagai wartawan, almarhum yang sangat mencintai olahraga, juga tercatat sebagai juri nasional loncat indah. Dia sudah beberapa kali menjadi juri di even nasional seperti PON. Terakhir, dia menjadi juri di PON 2016 Jawa Barat.

“Almarhum memang sangat mencintai olahraga, khususnya aquatik. Karena itu, setelah memutuskan pensiun sebagai atlet  dia beralih menjadi juri,” ujar mantan atlet nasional polo air, Rudi Rinaldi di rumah duka.

Rudi mengakui, insan olahraga aquatik Sumut sangat kehilangan sosok Tengku Deddy Bustamam. Sebab almarhum tercatat sebagai pengurus Pengprov PRSI Sumut dan PB PRSI. “Almarhum sangat berjasa dengan perkembangan aquatik di Sumut,” katanya.

Baca juga:  Kadispora Sumut Turun Tangan Langsung Cegah Lost Generation Akibat Narkoba Di Batu Bara

Almarhum meninggalkan seorang istri yang bernama Siti Khadijah, dan empat orang anak yakni, Tengku Natasya Hanim, Tengku Nanda Ramadhani, Tengku M Maulana serta Tengku Danul Rozak. Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka Jalan Bajak IV Medan Amplas dan rencananya dikebumikan Senin (2/7) sebelum zuhur di areal pemakaman Masjid Raya Al Mashun Medan.

Rasulullah Muhammad SAW pernah bersabda, tanda-tanda orang yang meninggal dalam kebaikan (Husnul khatimah) di antaranya meninggal saat ibadah, salah satunya salat. Selain itu, Rasul juga menyebut orang yang meninggal dalam kebaikan tanda-tandnya berkeringat di dahinya. Saat melayat jenazah Tengku Deddy Bustamam, terlihat keringat di dahinya. Wallahu a’lam bishawab. Semoga almarhum mendapat tempat yang baik di sisi-Nya, aamiin.(syukri amal)

Loading...

Komentar Facebook

To Top