Demokratia

Wujudkan “Golkar Bersih”, Kader Berstatus Tersangka Korupsi Tak Diizinkan Nyaleg

Irham Buana Nasution (Tengah)/Pencarian Google

PUBLIKA.CO.ID- Kader Partai Golkar di Sumatera Utara yang telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi, tidak akan diajukan untuk menjadi Calon Legislatif (Caleg) 2019.

Loading...

Hal itu ditegaskan Sekretaris DPD Partai Golkar Sumut Irham Buana Nasution saat diwawancarai awak media, Rabu (4/7) malam.

Pendaftaran calon legislatif dibuka mulai 4 s/d 17 Juli 2018 di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumut.

“Terkait status tersangka, sesuai dengan keputusan DPP Partai Golkar, kita tidak akan ajukan sebagai bakal calon, tetapi jika masih sebagai saksi tetap kita calonkan,” katanya.

Baca juga:  Tak Tanggung, 500 Artis Akan Diundang Saat Kampanye Puncak Jokowi Di GBK

Irham menjelaskan, kebijakan tidak mengajukan kader yang telah berstatus sebagai tersangka korupsi sebagai caleg didasari oleh slogan “Golkar Bersih”.
Kader yang masih berstatus sebagai saksi, jelas Irham, diberi kesempatan untuk menjadi caleg karena Partai Golkar berpegang pada asas praduga tak bersalah.

“Partai Golkar di tahun 2019 ini memiliki slogan ‘Golkar Bersih’. Ini semacam jargon perjuangan Golkar untuk mengangkat kembali kehormatan Partai,” jelasnya.

Baca juga:  Bersama Tuhan Dan Teman, Dadang Darmawan Songsong DPD RI

Dengan komitmen menjalankan slogan “Golkar Bersih” tersebut, Irham optimis Partai Golkar akan mendapatkan peningkatan jumlah kursi dan memenangkan Pileg 2019 di Sumut.

“Untuk mengoptimalkan komitmen Golkar Bersih tersebut Partai Golkar akan menyiapkan penandatanganan pakta integritas demi lebih menguatkan dan melegalkan para bakal calon legislatif. Dengan adanya pakta integritas tersebut, seluruh caleg diyakini tak lagi lakukan penyimpangan. Baik itu terkait anggaran, kewenangan maupun kekuasan, lebih lagi di internal partai,” paparnya.

Baca juga:  KPU Kukuh Ajukan Aturan Larangan Nyaleg Bagi Mantan Koruptor

Sementara terkait kader yang berstatuskan saksi kasus korupsi, masih diizinkan untuk menjadi caleg karena Partai Golkar berpegang pada azas praduga tak bersalah.

“Partai Golkar masih berpegang dengan azas itu, karena mereka tersangkut dalam status hukum, tetapi tidak bisa kita menyatakan mereka bersalah atau tidak, kita berharap mereka jangan tersandung,” demikian Irham.

Penulis: Asmojoyo
Editor: Asmojoyo

 

Loading...

Komentar Facebook

To Top