Peristiwa

Penyebab Tewasnya Bayi Orangutan Di Wilayah Konservasi Bukit Lawang Terungkap

Jasad bayi orangutan/istimewa

PUBLIKA.CO.ID – Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) Sumut menemukan seekor bayi Orangutan Sumatera Pongo Abeli mati di wilayah Konservasi Bukit Lawang, yang terletak di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Loading...

Kepala Bidang Teknis Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), Adhi Nurul Hadi jasad anak orangutan ditemukan pada (30/6) lalu. Saat ditemukan, posisi jasad anak orangutan tengah dibawa oleh sang induk.

“Orangutan yang sudah mati ini, ditemukan oleh seorang pemandu dari HPI di Bukit Lawang,” kata Adhi saat menggelar konferensi Pers di Kantor BBTNGL di Jalan Selamat, kelurahan Sitirejo III, Medan Amplas, Kota Medan, Rabu (11/7).

Baca juga:  Pemprovsu dan Deliserdang Apresiasi MAN 2 Dirikan Pondok Tahfiz

“Posisi jasad orangutan ini ditemukan, saat dibawa induknya yang kebetulan yang bernama Jeky. Individu anak orangutan ini diperkirakan berusia 3 tahun dengan jenis kelamin jantan,” imbuhnya.

BBTNGL tidak mengetahui persis kapan satwa langka yang dilindungi itu mati. Sebab pada saat ditemukan, bayi orangutan tersebut sudah dalam keadaan tak bernyawa.

“Pada saat mendapat laporan dari seorang pemandu soal temuan jasad anak orangutan, petugas langsung bergerak untuk melakukan evakuasi,” ujarnya.

Baca juga:  BREAKING NEWS - Dua Unit Damkar Diturunkan Padamkan Kebakaran di Sinunukan III

Setelah sampai di lokasi, petugas langsung mengecek keberadaan orangutan tersebut. Kebetulan untuk orangutan ini, banyak NGO di Bukit Lawang yang menjadi mitra untuk mengevakuasi dan melakukan tindakan lanjutan.

“Pada hari minggu (1/7) sekitar pukul 17.00 WIB, orangutan itu dapat diamankan dari induknya. Selanjutnya petugas membawa ke tempat rehabilitasi untuk dilakukan otopsi yang dikoordinir oleh dokter hewan,” jelas Jeky.

Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha TNGL, Joko Iswanto menuturkan, tidak ditemukan adanya luka tembak serangan dari perburuan, ataupun suatu penyakit di tubuh jasad anak orangutan itu.

Baca juga:  Jaringan Sabu dari Dalam Lapas Tanjung Gusta Diungkap BNNP Sumut

“Hanya ditemukan lebam di beberapa titik pada bagian tubuh anak orangutan tersebut. Hal ini dapat dikatakan murni kematian secara alami, karena anak orangutan itu masih dipeluk terus oleh induknya,” tuturnya.

“Populasi juga ada orangutan jantan yang memang lagi birahi. Lalu mungkin dalam berhubungan itu sedikit menyakiti si anak sehingga menyebabkan cedera di tubuh jasad orangutan tersebut,” pungkasnya.

Penulis: Kartik Byma
Editor: Asmojoyo

Loading...

Komentar Facebook

To Top