OLAHRAGA

Penampilan PSMS Buruk, Rumor Pemecatan Djanur Semakin Kuat

Pelatih PSMS Medan, Djadjang Nurdjaman.(ist)

PUBLIKA.CO.ID– Kekalahan 1-3 PSMS dari Persipura Jayapura, Kamis (12/7) malam di Stadion Teladan Medan memperkuat rumor pemecatan Djadjang Nurdjaman dari kursi pelatih kepala PSMS.

Seperti diketahui, PSMS telah tiga kali mengalami 10 kekalahan dari 15 laga, termasuk tiga kekalahan di kandang, empat kali kekalahan beruntun, termasuk kalah delapan kali di pertandingan tandang.

Hingga saat ini, PSMS berada di dasar klasemen Liga 1 dengan 15 poin dari 15 laga, 5 kali menang dan 10 kali kalah. Sekretaris Umum (Sekum) PSMS, Julius Raja mengakui opsi pendepakan sang pelatih yang akrab disapa Djanur itu sudah ada beberapa waktu lalu.
“Kami siang ini akan rapat. Ada beberapa hal yang akan dibahas, soal status Djanur dan beberapa pemain yang akan didepak. Intinya, peluang Djanur bersama PSMS ke depan sangat tipis. Bahkan saat laga away yang lalu sudah ada opsi (pendepakan Djanur),” ujarnya via telepon Jumat (13/7).

Baca juga:  Peluang PSMS Bertahan di Liga 1 Kandas?

Dia menjelaskan, opsi tersebut murni karena melihat penampilan PSMS dan tidak dipengaruhi hal lain. “Tidak ada, murni melihat PSMS bermain. Bahkan saat ini kami sudah rancang tiga sosok (pelatih pengganti),” ucapnya.

King-sapaan akrabnya, menampik PSMS akan menaikkan Suharto AD sebagai caretaker jika benar Djanur diputuskan didepak. Pasalnya, ini sudah berhembus jauh hari, tatkala manajemen mengambil Suharto AD sebagai asisten pelatih, dia disebut bakal didapuk menggeser Djanur.

Baca juga:  Pulang ke Medan Usai Trial di Eropa, Firza Tunggu Hasil

“Tidak, bukan berarti Suharto AD jadi pelatih. Kita sudah rancang, agar tidak terlambat mencari sosok pengganti, jika memang keputusan terburuk harus dihasilkan. Siapa sih yang mau ganti pelatih jika prestasi bagus,” urainya.

King juga mencoba menjawab tentang kabar banyaknya masalah dalam internal tim yang sempat disebutkan Djanur usai laga Persipura yang membuat daya juang pemain drop. Jika dugaan soal keterlambatan gaji dan bonus, King menampiknya.

Baca juga:  Ratusan Suporter dan Mitra “Panaskan” Gojek Nobar PSMS Kontra PS Tira

“Pemain gajian, enggak telat. Bonus sesuai yang dikasih. Menang dikasih, kalah juga dikasih. Bahkan kami sudah habiskan Rp510 juta untuk sekali menang dan dua kalah yang lalu. Kalahpun dapat bonus kok,” jelasnya.(syukri amal)

Komentar Facebook



Loading...
To Top