OLAHRAGA

Legenda Tinju Desak Pengprov Keluarkan SK Budiman di Pertina Medan

Legenda tinju dunia dan nasional asal Sumut menyuarakan sikap mendukung Budiman di Pertina Medan.(ist)

PUBLIKA.CO.ID- Mencermati kondisi Persatuan Tinju Amatir (Pertina) Medan yang belum mendapatkan kejelasan di bawah kepengurusan Budiman, para pakar dan legenda tinju nasioal asal Sumatera Utara (Sumut) mendesak Pengprov Pertina Sumut untuk menerbitkan surat keputusan (SK) kepengurusan Pertina Medan yang diketuai Budiman.

Loading...

Sejumlah legenda tinju yakni Raja Siregar, Syamsul Anwar Harahap, Asril Goce, H Sudarmadi, Erwinsyah bahkan mengultimatum Pertina Sumut agar secepatnya mengeluarkan SK tersebut.

“Kami kasih batas batas waktu sampai dua minggu untuk Pertina Sumut dan juga KONI Medan untuk mengeluarkan rekomendasi serta SK Pertina Medan hasil Muskot 14 Mei lalu. Jika tidak, kami akan bertindak tegas,” kata Raja Siregar di Medan, Sabtu (14/7).

Sejumlah legenda tinju itu mengaku berang lantaran Pertina Medan dinilai sengaja diobok-obok. Padahal pelaksanaan Muskot 14 Mei dengan pemilihan yang dihadiri 15 sasana itu diyakini sudah sesuai AD/ART. Namun disinyalir karena segelintir orang, Muskot tersebut dianulir. Bahkan Pengprov Pertina Sumut menunjuk seorang caretaker untuk menggelar Muskot lain padahal hanya dihadiri lima sasana.

Baca juga:  PSMS VS Persib, Momen Bagus Petik Pelajaran

Syamsul Anwar Harahap yang juga komentator tinju nasional sangat menyayangkan hal tersebut. Putera Padanglawas Utara (Paluta) itu mengaku telah mempelajari bahwa Muskot yang memenangkan Budiman memang sudah sesuai AD/ART. “Tapi sampai sekarang justru belum diakui juga oleh Pertina Sumut.

Kami pribadi yang dilahirkan tinju Medan merasa terpukul. Kami berharap Pengprov benar mensahkan kepengurusan Pertina Medan yang terpilih karena sudah sesuai AD/ART, karena jelas pada pasal 14 disebut pemilihan formatur diselenggarakan kab/kota, juga bertanggung jawab atas wilayah kerja serta pelaksaan Muskot dan semua itu disahkan provinsi,” kata mantan juara dunia era 70-an itu.

Baca juga:  PS Keluarga USU Bertekad Taklukkan Mandailing Raya

Hal senada dikatakan Asril Goce yang juga Bidang Perwasitan PB Pertina. Dia merasa sedih Pertina Medan kini sedang diobrak-abrik oleh segelintir orang. Kisruh yang terjadi justru akan membuat prestasi tinju Sumut semakin hilang.

“Saya sudah laporkan ini kepada Ketua PB dan nantinya PB juga akan turun langsung. Tidak masalah saya ikut campur, karena saya orang Medan. Saya sedih melihat semua ini. Apalagi kemarin di Kapolri Cup, Sumut tidak mengirim atlet jadi saya ditanya-tanya kenapa petinju Sumut tidak turun?” katanya.

Apa lagi katanya, ada pihak yang ditengarai melakukan rangkap jabatan di Pertina yang juga melanggar aturan. “Pastinya kami akan beri perlawanan. Ini kan terjadi karena ada yang segelintir yang seakan berkuasa. Orangnya sama, dia di Pengrov dia juga di KONI. Tentu itu kan juga melanggar karena tidak boleh rangkap jabatan,” sebutnya.

Baca juga:  PSMS Bertekad Jadikan Borneo FC "Korban" Pertama

Erwinsyah didampingi Sudarmadi (keduanya mantan juara SEA Games) sepaham mengatakan tinju Sumut kini sedang terpuruk. Apa lagi di PON terakhir tak meraih satu emas pun. Untuk itu, Medan sebagai basisnya tinju Sumut butuh sosok seperti Budiman yang rela berjuang, berkorban pikiran dana dan waktu.

Sekadar informasi, Pengprov Pertina Sumut sebelumnya justru telah mengeluarkan SK tertanggal 7 Juni 2018 ditandatangani Ketua Romein Manalu dan Sekretaris Henri E Silalahi SE yang berisi tentang pengukuhan kepengurusan Pertina Medan periode 2018-2021 pimpinan Sabam Parulian Manalu. Sabam terpilih melalui Muskot oleh caretaker yang dihadiri lima sasana.(syukri amal)

Loading...

Komentar Facebook

To Top