OLAHRAGA

Yessoh Ogah Dimainkan, Butler Berang: Masalah Mentalitas

Striker PSMS, Wilfreid Yessoh disebut menolak diturunkan saat PSMS menghadapi Bali United, Sabtu (28/7) malam.(ist)

PUBLIKA.CO.ID- Kendati masih menjadi bagian dari PSMS Medan, stiker PSMS Medan, Wilfreid Yessoh, disebut menolak dimainkan saat tim Ayam Kinantan menjamu Bali United di Stadion Teladan Medan, Sabtu (28/7) malam.

Pelatih PSMS, Peter Butler mengatakan, kepastian tidak turunnya Wilfreid langsung dia konfirmasi kepada pemain yang bersangkutan. “Saya sudah bicara sama Yessoh dan semua pemain. Kita pergi main dengan satu pemain asing saja karena Yessoh kata dia tidak mau main,” ujarnya di hadapan awak media, Jumat (27/7) sore.

Sontak, kondisi itu membuat gerah Peter. Pelatih asal Inggris itu mencurahkan unek-uneknya soal Yessoh. “Situasi sedikit tricky (rumit), karena ada pemain, Yessoh, sekarang dia tidak mau main. Karena mungkin spekaluasi pasti dia pikir PSMS coret dia,” kata dia

Baca juga:  Disanksi Lagi Untuk Penyalaan Suar, Total Denda PSMS Rp1 Miliar Lebih

Situasi itu menurutnya sangat tidak menguntungkan bagi timnya. Padahal, pihaknya belum menentukan sikap soal keberlanjutan pemain asal Pantai Gading tersebut. Belum lagi, dua pemain asing anyar, Alexandros Tanidis dan Filipe Martins Dos Santos belum bisa diturunkan.

“Tapi kita belum bikin keputusan. Saya mengerti, tapi dia masih ada kontrak di PSMS, dia harus profesional. Sangat penting semua pemain yang masih ada kontrak di sini mereka harus meyakinkan dirinya siap untuk di pertandingan. Membingungkan, saya harap anda mengerti,” ungkapnya.

Baca juga:  Medan dan Sergai Sukses Mendominasi Kejurda R6 Arung Jeram Sumut

Kendati diakuinya, absennya satu pemain merupakan peluang bagi pemain lainnya. Namun langkah tidak bijak Yessoh menurutnya tidak layak dilakukan pesepakbola profesional, kendati diakuinya masih ada masalah cedera pada punggung Yessoh. “Tapi saya dulu pemain, kadang-kadang main dengan rasa sakit. Tidak bisa main selalu terus 100%,” bebernya.

Sementara itu, performa Yessoh juga cukup buruk di PSMS. Butler, mantan pemain West Ham United itu mengkritik tingkah tidak profesional pemain yang sebelumnya membela tim liga Qatar, Al Mu’aidar tersebut. Apa yang dilakukan Yessoh menurutnya murni masalah mentalitas yang buruk.

Baca juga:  Kepri Jaya Akhiri Perjuangan PSMS di Piala Indonesia

“Satu pemain tidak main jadi keuntungan  buat pemain lain. Oke, mungkin Anthony main di depan, saya melihat dia punya kemampuan. Tapi untuk striker di dunia, semua di tim bisa evaluasi, berapa gol mereka cetak. Paling baik pencetak gol (di PSMS), Suhandi dan Frets. Saya sebut ini masalah mentalitas,” pungkasnya.(Syukri Amal)

Komentar Facebook



Loading...
To Top