Peristiwa

Nekat Selewengkan Dana Desa Rp203 Juta, Eks Kades di Simalungun Dibui 4 Tahun

matang Sinaman Kecamatan Dolok Pardamean Kabupaten Simalungun, Kawardin Purba (berdiri) mendengarkan putusan hakim, Senin (3/9).(ist)

PUBLIKA.CO.ID- Mantan Pangulu Nagori (Kepala Desa) Pamatang Sinaman Kecamatan Dolok Pardamean Kabupaten Simalungun, Kawardin Purba dihukum pidana penjara empat tahun setelah dinyatakan terbukti bersalah menyelewengkan anggaran dana desa sebesar Rp203 juta.

Loading...

Ketua majelis hakim, Syafril Batubara menyatakan, terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 UU No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 tahun 2001.

Baca juga:  Diduga Kerasukan, Karyawan PT. Ori Ginalnest Histeria Massal

“Menyatakan terdakwa bersalah melakukan korupsi,” sebut Syafril dalam persidangan yang digelar di Ruang Cakra VI PN Medan, Senin (3/8/2018).

Tidak hanya hukuman fisik, Kawardin Purba yang hadir mengenakan batik cokelat itu juga dihukum dengan membayar denda sebesar Rp200 juta subsider dua bulan kurungan dan uang pengganti kerugian negara yang dinikmati terdakwa sebesar Rp 203 juta.

Baca juga:  Dapat Laporan Pencurian Kotak Infaq, Tim Pegasus Polsek Medan Baru Gerak Cepat Bekuk Pelaku

“Dengan ketentuan jika terdakwa tidak sanggup membayar hingga satu bulan, harta bendanya disita negara dan apabila tidak mencukupi maka diganti dengan pidana penjara selama dua tahun,” sebut Syafril.

Putusan ini lebih rendah dari tuntutan jakaa penuntut umum (JPU), sebelumnya dia dituntut 5 tahun penjara. Sedangan denda dan uang pengganti sama seperti putusan majelis hakim. Menyikapi putusan ini, terdakwa dan JPU menyatakan pikir-pikir.

Baca juga:  Nyamar Jadi Anggota Brimob, Aldo Diringkus Polisi

Dalam dakwaan disebutkan, Nagori  Pamatang Sinaman Kecamatan Dolok Pardamean Kabupaten Simalungun pada tahun 2015 memiliki uang kas dana desa sebesar Rp 257.153.052,00. Namun dalam penggunaanya, dana ini tidak semuanya disalurkan terdakwa untuk program desa. Diantaranya dinikmati pribadi terdakwa.(Syukri Amal)

Loading...

Komentar Facebook

To Top