Demokratia

Penguatan 4 Pilar Hindarkan Generasi Milenial Dari Pengaruh Buruk Kegaduhan Politik

Diskusi Posisi Generasi Milenial Dalam Penerapan 4 Pilar/Publika

PUBLIKA.CO.ID- Menjelang pemilu serentak 2019, para generasi milenial banyak yang terjebak dalam pusaran kontestasi politik praktis yang terkadang sangat tidak baik untuk demokrasi negara ini.

Loading...

Hal tersebut menjadi dasar bagi kelompok (hastag) #2019KitaTetapBersaudara menggelar diskusi bertema “Posisi Generasi Milenial Dalam Penerapan 4 Pilar” di D’jong Cafe, Jalan Wiliem Iskandar, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kamis (27/9/2018).

Tidak tanggung-tanggung, acara yang berlangsung khidmat itu dihadiri sekitar 100 mahasiswa dan pemuda di Kota Medan.

Baca juga:  Peresmian Kantor Baru, ADK: Golkar Sumut Partai Paling Siap Hadapi Pemilu 2019

Rahmad Ajizi sebagai ketua pelaksana kegiatan mengatakan bahwa gerakan #2019KitaTetapBersaudara adalah panggilan hati dalam menyikapi berbagai permasalahan menjelang pemilu.

“Perlu kita lakukan kegiatan seperti ini, karena sedikt dari kita yang menyadari hal-hal seperti ini, kebanyakan kita sibuk perang ideologi negatif menjelang pemilu dan lupa dalam penerapan 4 Pilar itu,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, 4 pilar yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika tidak cukup hanya sebagai bingkai belaka, melainkan harus dipahami serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari agar terwujudnya generasi milenial yang produktif dalam pembangunan bangsa dan negara.

Baca juga:  Peduli Kondisi Bangsa, Badko HMI Sumut Akan Bentuk Relawan Anti Hoaks

“Diskusi ini kami lakukan semata-mata mengharapkan kaum milenial agar mampu dan ikut berperan aktif dalam perkembangan Indonesia ke arah yang lebih baik,” tuturnya.

Dalam acara ini hadir juga akademisi Universitas Negeri Medan (Unimed) Agustin Sastrawan Harahap sebagai pemateri tunggal.

“Generasi milenial harus disegarkan kembali dengan penerapan 4 Pilar itu demi menyongsong Indonesia ke arah lebih baik tanpa perpecahan. Sebab krisis identitas sudah hampir mendarah daging pada masyarakat Indonesia,” papar Agustin.

Baca juga:  Kualitas Pemuda Menentukan Keberhasilan Meredusir Politik Identitas

Reporter: Alvian Khomeini
Editor: Asmojoyo

Loading...

Komentar Facebook

To Top