Demokratia

Kualitas Pemuda Menentukan Keberhasilan Meredusir Politik Identitas

Diskusi Peran Pemuda Dalam Meredusir Politik Identitas/Publika

PUBLIKA.CO.ID- Dalam rangka memberi edukasi politik dan menelaah korelasi pemuda dalam politik khususnya pada pemilu 2019, gerakan (hastag) #2019KitaTetapBersaudara kembali menggelar diskusi bertema “Peran Pemuda Dalam Meredusir Politik Identitas”, Jumat (28/9).

Loading...

Diskusi yang digelar di Gaminong Cafe Jalan Setia Budi, Medan itu menghadirkan pengamat politik yang pada 2019 nanti akan bertarung memperebutkan kursi DPD RI dari Sumatera Utara, Dadang Darmawan Pasaribu.

Dadang menyampaikan bahwa politik identitas dapat dikatakan sebagai upaya melekatkan perilaku atau simbol dari identitas tertentu sebagai ukuran. Hal itu sesungguhnya mudah memicu munculnya sentimen antar golongan yang berbeda.

Baca juga:  Warga Dolok Masihul Ramai-ramai Beri Dukungan Ke Herri Zulkarnain

“Harapan menggeloranya demokrasi substantif seolah tinggal mimpi, justru yang tampak adalah semakin mengaburnya demokrasi, dan bangkitnya model politik identitas yang sengaja digulirkan oleh kelompok-kelompok tertentu,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, politik identitas tumbuh subur melalui media sosial sehingga memberikan pengaruh yang sangat buruk menjelang pesta demokrasi di tahun mendatang.

“Hari ini sebagian besar pemuda terbawa arus pengaruh politik identitas yang terjadi di Indonesia karena setiap pemuda memiliki akun media sosial,”ungkapnya

Baca juga:  Dzikir Politik: Kebangsaan Di Mata Mereka

Ironinya, ungkap Dadang, pemuda kini ikut ambil bagian dalam penyebarluasan politik identitas

“Karena kualitas sumber daya manusia kita lemah, banyak dari kita yang tidak mampu memproduksi gagasan,” ungkapnya.

Di akhir diskusi, Dadang berpesan, untuk meredusir politik identitas tersebut pemuda harus mempunyai tingkat pemahaman yang baik tentang politik dan memiliki banyak informasi serta harus pintar dalam memilahnya.

Baca juga:  Peduli Kondisi Bangsa, Badko HMI Sumut Akan Bentuk Relawan Anti Hoaks

“Tingkatkan pemahaman, artinya sebagai pemuda jangan bertindak reaksioner. Dalam bertindak harus benar-benar sudah lahir dari pemahaman yang matang dan semua informasi yang didapat, harus mampu menyaring informasi-informasi yang beredar sehingga tidak terjebak hoax,” tandasnya.

Reporter : Alvian Khomeini
Editor: Asmojoyo

Loading...

Komentar Facebook

To Top