Peristiwa

Antisipasi Banjir Susulan, Warga Mengungsi di Sekolah dan Masjid

Pengungsi menggunakan salah satu ruang kelas madrasah sebagai tempat mengungsi.(ist)

PUBLIKA.CO.ID- Sekolah dan masjid menjadi tempat pengungsian ratusan warga Kecamatan Natal Kabupaten Mandailing Natal yang terdampak banjir lipan Sungai Batang Natal yang terjadi sejak Jumat (12/10).

Warga memilih mengungsi di gedung Madrasyah Tsnawiyyah Muhammadiyyah, Natal dan Masjid Al-Ikhlas, Tambak, Pasar 4, Natal lantaran khawatir akan terjadinya banjir susulan. Sebagian  juga mengungsi lantaran rumahnya masih digenangi air.

Baca juga:  Pembobol Mesin ATM BRI Diringkus Tim Pegasus Polrestabes Medan

Selain sekolah dan masjid, menurut warga, sebagian masyarakat lain juga ada yabg mengungsi ke rumah saudaranya yang tidak terkena banjir. Di pengungsian, masyarakat juga mulai membuka dapur umum. Umumnya, warga yang mengungsi terdiri dari anak-anak dan kalangan perempuan. Para orang tua terpaksa membentang tikar di dalam salah satu bangunan yang ada di sekolah atau masjid.

Baca juga:  Banom Tuntut Pembekuan SK Ketua HIPMI PT Sumut Dibatalkan

Selain itu, informasi yang diterima, masih banyak warga yang terjebak banjir. Untuk itu, sebagai sarana evakuasi, diperlukan perahu karet untuk menyelematkan warga yang masih terjebak.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Madina Yasir Nasution mengatakan, lambannya penanganan bencana banjir di Kecamatan Natal terjadi akibat kesulitan untuk mencapai wilayah itu, karena sejumlah titik badan jalan nasional mengalami longsor.

Baca juga:  Polisi Sebarkan Pesan Tertib Berlalulintas lewat Nasi Bungkus

“Hampir seluruh wilayah menuju Kecamatan Natal mengalami bencana alam, sehingga bantuan dipastikan terlambat,” ujarnya, Jumat (12/10).

Tetapi, dia memastikan bahwa, petugas dari BPBD Kabupaten Madina akan bekerja secara maksimal.(Syukri Amal)

Komentar Facebook



Loading...
To Top