Peristiwa

Satu Terdakwa Korupsi Pengadaan Seragam SD di Disdik Labusel Divonis Bebas

Dua terdakwa kasus korupsi pengadaan seragam SD di Disdik Labusel saat mendengarkan putusan hakim, Senin (22/10).(ist)

PUBLIKA.CO.ID- Majelis hakim Pengadilan Tipikor Medan pada Pengadilan Negeri (PN) Medan yang diketuai Irwan Effendi membebaskan Waswin Lubis, dalam kasus dugaan korupsi pengadaan seragam SD Tahun Anggaran (TA) 2016 di Dinas Pendidikan (Disdik) Labuhan Batu Selatan (Labusel).

Loading...

Waswin Lubis selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) divonis bebas pada sidang yang digelar di ruang Cakra 5, PN Medan, Senin (22/10) siang. Hakim Irwan Effendi dalam nota putusannya menyatakan perbuatan terdakwa Waswin tak terbukti bersalah seperti yang didakwakan oleh Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Labusel.

Baca juga:  Teror Selandia Baru, BKPRMI Sumut: Islam Tak Gentar Sedikitpun

Namun, Juli Syahbana Siregar selaku rekanan pada proyek itu divonis pidana penjara selama satu tahun enam bulan penjara, plus denda Rp50 juta subsidair satu bulan kurungan.

Sebelumnya kedua terdakwa dituntut masing-masing selama enam tahun enam bulan penjara denda Rp200 juta subsidair empat bulan kurungan.

JPU menilai perbuatan kedua terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 2 Jo Pasal 18 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca juga:  Selundupkan 100 Kg Sabu dari Malaysia Dua Pelaku Divonis Pidana Mati

Perbuatan kedua terdakwa dinilai merugikan keuangan negara sebesar Rp1 miliar lebih dari total pagu anggaran sebesar Rp1,9 miliar. Selain itu, khusus untuk terdakwa Juli Syahbana, JPU juga mewajibkannya untuk membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp500 juta lebih. Dengan catatan, apabila dalam waktu satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap namun belum dibayar maka harta bendanya dilelang untuk negara. Jika tidak cukup, maka digantikan kurungan badan selama tiga tahun enam bulan penjara.

Sementara itu, diwawancarai usai sidang, JPU Surung Aritonang mengatakan banding atas putusan itu. “Kita langsung ajukan banding,” pungkasnya.

Baca juga:  Wuih, 140 Liter Tuak Suling Nias Gagal Beredar

Untuk diketahui, sebelumnya kasus ini sempat dihentikan dan kedua terdakwa dibebaskan dari sel tahanan Rutan Tanjung Gusta Medan. Hal itu setelah, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Medan mengabulkan eksepsi (nota keberatan) yang diajukan kuasa hukum terdakwa. Namun, Jaksa mengajukan perlawanan ke tingkat banding Pengadilan Tinggi (PT) Medan dan dikabulkan hingga akhirnya kasus ini disidangkan kembali.(Syukri Amal)

Loading...

Komentar Facebook

To Top