Serbaneka

PLN Permudah Masyarakat Tambah Daya Listrik Dengan Contact Center 123

PUBLIKA.CO.ID- Perusahaan Listrik Negara (PLN) semakin mempermudah pelayanan bagi masyarakat yang akan menambah daya listrik. Hal itu dapat dilakukan dengan menghubungi Call Center 123.

“Untuk tambah daya, masyarakat bisa melalui layanan contact center 123 “kata Head of Contact Center PLN 123 Medan, Vrisca Riama Sirait, dalam kegiatan Workshop dan Sosialisasi Ketenagalistrikan di Hotel Mikie Holiday Berastagi, Senin (22/10/2018).

Dia menjelaskan, proses permohonan tambah daya yang dilakukan melalui layanan Contact Center 123, merupakan layanan yang ditujukan untuk mempermudah pelanggan. Selain akan dilayani oleh petugas dengan nyaman, proses permohonan sangat efesien, mengingat waktu.

Baca juga:  Hati-hati dengan Penggalangan Dana di Dunia Maya, Wanita Cantik Ini Berhasil Tipu 14 Ribu Orang

“Proses permohonan akan lebih cepat dibandingkan dengan layanan yang dilakukan di kantor PLN. Biasanya hanya memakan waktu sekitar 10 menit,” jelasnya.

Untuk mempermudah petugas melakukan pengerjaan, warga akan diminta data identitas untuk dimasukan dalam formulir data. Sedangkan biaya untuk naik daya tetap akan dibebankan kepada pelanggan.

“Proses pemasangan akan dilakukan petugas jika tidak ada hambatan dalam 5 hari kerja sudah dikerjakan” ujarnya.

Baca juga:  Penghuni Rutan Tanjunggusta Gelar Perayaan Deepavali

Mampu Pangkas Praktik Calo Hingga 50 Persen

Sejak dirintis 2011 lalu, layanan contact centre PLN 123 diklaim telah memangkas aktivitas para calo. Di Sumatera Utara (Sumut) sendiri, angkanya diklaim berkurang hingga 50 persen. Dengan begitu, banyak masyarakat yang selamat dari tindakan-tindakan calo yang merugikan.

Selain tak lagi berhubungan dengan calo, layanan contact centre PLN 123 memangkas panjangnya rantai birokrasi yang bertele-tele dan lebih memudahkan masyarakat. Baik dari segi biaya, hingga yang lainnya.

Baca juga:  Penghuni Rutan Tanjunggusta Gelar Perayaan Deepavali

“Adanya layanan ini memang betul kita rasakan. Calo itu masih ada tapi sudah tidak banyak, bahkan kita perkirakan sampai 50 persen” tutup Riama.

Reporter: Muklis
Editor: Asmojoyo

Komentar Facebook



Loading...
To Top