OLAHRAGA

Kisah Suhandi, Mesin Gol yang Jadi Cadangan, hingga Berujung di Meja Operasi

Gelandang serang PSMS, Suhandi (berbaring) saat dikunjungi rekannya dan awak jurnalis olahraga Medan dinRS Columbia Asia, Medan, Rabu (24/10).(ist)

PUBLIKA.CO.ID- Laga PSMS Medan kontra Mitra Kukar FC di Stadion Teladan Medan, Selasa (22/10) menjadi laga terakhir gelandang serang tim Ayam Kinantan, Suhandi, di Liga 1 musim 2018 setelah mengalami cedera di kaki kirinya.

Loading...

Suhandi yang masuk menggantikan Antoni Putro Nugroho di menit 30 babak pertama malah harus ditandu keluar lapangan enam menit berselang dan segara dilarikan ke rumah sakit (RS) Columbia Asia untuk menjalani operasi. Dokter tim PSMS, Indra Feriadi mengatakan, setelah didiagnosa, didapati fraktur fibula 1/3 distal atau 8 Cm dari engkel.

Suhandi sebenarnya cukup bersinar di PSMS Medan, khususnya di masa kepemimpinan pelatih Djadjang Nurdjaman dengan koleksi empat gol, Raihan gol paling tinggi pemain PSMS saat itu, bersama Frets Butuan.

Baca juga:  Kalahkan PSMS 0-2, Pelatih Bhayangkara: Kami Manfaatkan Kelemahan Kiper

Namanya kerap dielu-elukan penggemar PSMS dengan julukan “Super Suha”. Kemampuan menerobos barisan pertahanan lawan, mencetak gol-gol berkelas seperti salto, tendangan jarak jauh, membuat pria asal Jawa Barat itu diprediksi sebagai salah satu pencetak gol paling subur di PSMS, di tengah mandulnya dua striker asing, Wilfried Yessoh dan Sadney Urikhob.

Masuknya Peter Butler plus kehadiran pemain baru seperti Rahmad Hidayat membuat dia tidak lagi pernah diturunkan, dimulai saat PSMS bertandang menghadapi Persebaya, 18 Juli silam, saat dia mengalami cedera. Bahkan, Suhandi selalu mengisi bangku penonton saat PSMS berlaga di Stadion Teladan, serta tidak diajak ikut dalam laga tandang.

Namun, banyaknya pemain PSMS yang absen lantaran cedera atau sakit jelang dan pada saat laga menghadapi Naga Mekes, julukan Mitra Kukar FC, menjadi harapan baru bagi ayah satu anak itu untuk membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu gol getter The Killer-julukan lain PSMS.

Baca juga:  PSSI Juga Jatuhkan Sanksi Larangan Bermain pada Tiga Pemain Asing Persib

Ironisnya, personel TNI AD itu malah harus mengakhiri laga lebih dini setelah dilanggar pemain Mitra Kukar. Posisinya digantikan Erwin Ramdhani. Dia pun langsung dilarikan ke rumah sakit.

Indra Feriadi menjelaskan dari hasil operasi, diperkiraan pemain yang memperkuat PSMS sejak Liga 2 ini harus absen hingga akhir musim.S “Suhandi ketika cedera kita bawa ke RS Columbia Asia untuk kemudian difoto cruris (kaki) kirinya. Suha kita bawa foto, karena ketika setelah di lapangan benturan, dia mencoba berdiri akan tetapi ada sedikit bunyi “krekk krekk” (patahan). Nah dari situ tim kita curigai ada yang patah,” ucapnya.

Baca juga:  Kalah Tipis 1-0 atas Madura United, PSMS Stagnan di Zona Degradasi

Dan, karena temuan di patahan tersebut 8 cm dari angkel itu, tim medis memutuskan harus mengoperasi Suha dengan memasang pen. Hari ketiga pasca operasi dirinya akan menjalani fisioterapi rutin.

Kenyataan pahit harus diterima PSMS yang saat ini dihantam badai cedera pemain di sisa delapan laga, di saat harus berjibaku keluar dari zona degradasi.

“Penyembuhan tergantung pertumbuhan tulang Suha. Estimasi tiga bulan tulang sudah tumbuh mengikat patahan. Perkiraan untuk musim tahun ini, Suha sudah tidak bermain di sisa match PSMS,” pungkasnya. Cepat pulih, Suha!.(Syukri Amal)

Loading...

Komentar Facebook

To Top