Peristiwa

Berkat Martabe, 842 Orang Bisa Melihat Kembali Indahnya Dunia

Armansyah Tarepa (15 tahun) bersama salah satu peserta operasi katarak gratis Tambang Emas Martabe lainnya (Foto: Dok Tambang Emas Martabe)

PUBLIKA.CO.ID – Sebanyak 842 orang atau total 1.123 mata yang menderita katarak akhirnya bisa kembali melihat indahnya dunia. Berkat operasi katarak gratis yang di gelar oleh PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe.

Loading...

Perusahaan tambang yang berada di Batangtoru, Tapanuli Selatan ini menggelar operasi katarak gratis di Kota Medan dan Padangsidempuan akhir pekan lalu.

Untuk mendanai seluruh rangkaian kegiatan tahun ini, Tambang Emas Martabe menggelontorkan lebih dari 130.000 dolar AS.

Dari jumlah tersebut, yang dioperasi adalah 1.072 mata dengan katarak dan 51 mata dengan pterygium.

Masyarakat peserta operasi berasal dari berbagai daerah yakni Medan, Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, dan Tapanuli Utara.

Presiden Direktur PT Agincourt Resources Tim Duffy berharap pasca operasi, masyarakat dapat kembali beraktivitas dan produktif.

Baca juga:  Orok Bayi Dibuang Di Selokan, Polisi Buru Pelaku

“Kami meyakini kegiatan pemeriksaan dan operasi katarak gratis ini memberikan dampak berkelanjutan tak hanya bagi pasien yang telah berhasil menjalani operasi, tetapi juga kepada keluarga dan komunitas yang bersangkutan,” jelas Tim Duffy.

Ia mengungkapkan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu penyelenggaraan rangkaian kegiatan pemeriksaan mata dan operasi katarak gratis tahun ini. Yakni lembaga kemanusiaan A New Vision (ANV) dan Kodam I Bukit Barisan, juga seluruh relawan dari karyawan PT Agincourt Resources dan mahasiswa berbagai universitas di Padangsidempuan dan Medan.

Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources Katarina Siburian Hardono menambahkan, jumlah mata yang telah berhasil dioperasi tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai 908 mata dari 627 orang.

Kendati telah berhasil dioperasi, Katarina berharap para pasien dan keluarganya juga benar-benar memperhatikan perawatan pasca operasi yakni pemakaian obat yang sesuai anjuran dan menjaga kebersihan mata.

Baca juga:  Pertamina Gratiskan BBM ke Konsumen yang Beruntung, Ini Alasannya

“Para pasien jangan mengonsumsi alkohol, merokok, dan melakukan kegiatan fisik lainnya yang dapat mengganggu penyembuhan mata. Jika seluruhnya dijalankan dengan baik, maka mata akan semakin terang dan hasil bisa berfungsi secara maksimal,” tutur Katarina.

Rukiyah (42 tahun) mengaku senang dapat melihat kembali pasca mengikuti operasi katarak gratis. Kini dia bisa membantu suaminya yang bermata pencaharian sebagai petani.

“Saya tidak takut mau operasi. Saya justru senang. Saya lebih takut kalau menjadi buta dan harus merepotkan anak-anak saya. Apalagi ini operasi gratis, mana sanggup saya kalau bayar sendiri,” ujar perempuan asal Kuala Tanjung, Batu Bara ini.

Hal senada diungkapkan Armansyah Tarepa (15 tahun). Dia menderita katarak setelah mata kirinya terkena pukulan dari temannya saat bermain bola kasti. Armansyah pun harus menjalani kegiatannya sehari-hari hanya mengandalkan mata kanannya.

Baca juga:  Galeri Foto: Razia Tempat Hiburan Malam di Jalan Ngumban Surbakti

“Keluarga saya sempat panik. Orangtua takut kalau saya sampai dioperasi karena biayanya mahal dan prosesnya lama. Kami juga pernah mencoba metode alternatif yakni tetes tebu tapi tidak sembuh juga. Tapi sekarang sudah bisa melihat lagi, dan saya mau mengejar cita-cita menjadi tentara,” ucap Armansyah yang berasal dari Sorkam, Tapanuli Tengah.

Tambang Emas Martabe telah menggelar pemeriksaan mata dan operasi katarak gratis sejak 2011. Hingga saat ini, telah berhasil mengembalikan penglihatan 8.434 mata dari 7.131 orang. Tambang Emas Martabe akan terus berkomitmen untuk memberikan harapan peningkatan kualitas hidup kepada masyarakat, khususnya yang ada di sekitar tambang.(ril)

Loading...

Komentar Facebook

To Top