Serbaneka

Umat Hindu Lakukan Ritual Bakar Patung Raksasa, Ini Maknanya

Umat Hindu etnis Tamil mengadakan upacara pemusnahan patung raksasa di kuil Sri Mariamman Kampung Durian, Jalan HM Said Medan, Jumat (19/10) malam (Foto: Kartik Bima)

PUBLIKA.CO.ID – Umat Hindu etnis Tamil mengadakan upacara pemusnahan patung raksasa di kuil Sri Mariamman Kampung Durian, Jalan HM Said Medan, Jumat (19/10) malam.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Festival Navarathri hari kesembilan.

Pemusnahan patung Raksasa dengan cara dibakar menggunakan busur panah yang merupakan bentuk kehadiran Dewi Saraswati melawan kezaliman pada hari kesembilan.

Sekretaris PHDI Sumut, M Manugren mengatakan, upacara pembakaran patung narakasura ini digelar setelah dilakukan pemujaan dalam Festival Navarathri.

Baca juga:  Hati-hati dengan Penggalangan Dana di Dunia Maya, Wanita Cantik Ini Berhasil Tipu 14 Ribu Orang

“Kita lakukan pemujaan di sembilan hari tiga hari pemujaan Dewi Parwathi, tiga hari Dewi Laksmi dan tiga hari pemujaan Dewi Saraswathi, jadi di hari terakhir ini lah kita memuja Dewi Saraswati dengan mengaraknya menggunakan kereta kencana,” ungkapnya.

Dia juga menjelaskan, pemusnahaan pantung narakasura ini merupakan bentuk perlawanan Dewi saraswati mengalahkan raksasa besar yang disebut narakasura.

Baca juga:  Penghuni Rutan Tanjunggusta Gelar Perayaan Deepavali

” Arti dari pemusnahan ini merupakan bentuk dari pemusanahan sifat buruk atau meleburkan segala dosa,” jelasnya.

Umat Hindu etnis Tamil mengadakan upacara pemusnahan patung raksasa di kuil Sri Mariamman Kampung Durian, Jalan HM Said Medan, Jumat (19/10) malam.

Manu berharap agar upacara ini terus dilakukan umat hindu setiap tahun. Sehingga dapat menciptakan generasi selanjutnya dapat mengetahui keberagaman budaya etnis tamil.

Baca juga:  Hati-hati dengan Penggalangan Dana di Dunia Maya, Wanita Cantik Ini Berhasil Tipu 14 Ribu Orang

Matha Riswan, selaku pindiata pelaksana perayaan menambahkan Festival Navarathri dirayakan seluruh umat Hindu di dunia selama sembilan hari.

Ada berbagai kegiatan keagamaan yang dilakukan mulai dari berdoa bersama, bernazar dan lain sebagainya.

“Umumnya selama perayaan ini umat Hindu bukan hanya mengharapakan kemakmuran maupun kesehatan, tetapi juga mendapatkan cinta, ketenangan pikiran, kedamaian dan Anandam atau kebahagian,” pungkasnya.

Penulis: Kartik Bima

Komentar Facebook



Loading...
To Top