Peristiwa

Videonya Pengeroyokan Sempat Viral, Pasutri Ini Dihukum Pidana Penjara Berbeda

Wajah pria bernama Habibulloh yang direkam istri korban saat pengeroyokan berlangsung beberapa waktu lalu.(ist)

PUBLIKA.CO.ID- Majelis hakim Pengadilan Negeri Medan yang diketuai Desain Togatorop menjatuhkan pidana kuruangan penjara berbeda kepada pasangan suami istri, Habibulloh S Harahap alias Habib (45) dan Anita Triana(45). Keduanya dinilai bersalah melakukan pengeroyokan kepada keluarga pengacara, Amister Sirait dan putrinya, Bunga Liat Elseria Sirait.

Loading...

Seperti diketahui, video perkelahian berujung pengeroyokan itu sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu. Majelis hakim pada sidang Senin (29/10) di ruang Cakra V PN Medan, menghukum Habibulloh dengan pidana penjara dua tahun. Sedangkan istrinya Anita yang juga dihukum  pidana penjara selama satu tahun.

Baca juga:  Evakuasi Dihentikan Sementara, 17 Korban Kapal Terbalik Di Danau Toba Berhasil Dievakuasi

Majelis hakim dalam amar putusannya menyatakan, pasangan yang di Jalan SM Raja IX Gang Bilal Nomor 20 Lingkungan I Kelurahan Nangka Kecamatan Binjai Utara itu terbukti bersalah melanggar Pasal 170 ayat (1) KUHPidana Tentang Pengeroyokan.

“Hal yang meringankan, kedua terdakwa bersikap sopan selama persidangan, tidak pernah dihukum dan masih memiliki keluarga,” ujar hakim Togatorop

Menanggapi putusan tersebut, baik terdakwa melalui penasehat hukumnya maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Chandra Naibaho menyatakan pikir-pikir kendati putusan hakim lebih rendah dari tuntutan JPU yakni satu tahun enam bulan penjara kepada istri Habibulloh yang juga guru Bahasa Inggris di SMAN 2 Binjai itu

Baca juga:  Dua Terdakwa Kepemilikan 100 Kg Sabu Tertunduk Dituntut Pidana Mati

Sementara itu, Amister Sirait selaku korban enggan berkomentar banyak terkait putusan majelis hakim. Ia mengaku menghormati vonis tersebut. “Kita serahkan semuanya kepada majelis hakim dan Yang Maha Kuasa. Kalau (putusan) itu dianggap adil, kita anggap aja adil. Itu saja dari saya, karena saya tidak mau komentari putusan hakim. Itu saya anggap benar,” tandasnya.

Dalam dakwaan JPU, bahwa kedua terdakwa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang. Bermula pada Minggu tanggal 10 Juni 2018 sekira jam 15.42 wib, terdakwa Habibulloh yang saat itu mengenakan baju Perbakin sedang mengendarai mobil miliknya bersama-sama dengan istrinya, Anita serta kedua putri mereka yakni Tamara Atikah Harahap dan Arvina Arafah Harahap, melintas di Jalan Nibung II Medan. Video perkelahian tersebut sempat beredar di dunia maya.(Syukri Amal)

Baca juga:  Pool Bus Liar Di SM Raja Ditertibkan
Loading...

Komentar Facebook

To Top