Demokratia

Dzikir Politik: Kebangsaan Di Mata Mereka

Dzikir Politik/Publika

PUBLIKA.CO.ID- Meja Inspirasi bekerja sama dengan D’jong Cafe kembali melaksanakan Dzikir Politik. Pada pelaksanaan untuk sesi keenam kalinya ini mengangkat tema “Kebangsaan di Mata Mereka”, dengan Narasumber Indra Buana Tanjung selaku Direktur Kirab yang juga politisi Partai Amanat Nasional, dan Ikbal Hanafi Hasibuan S. HI M. A selaku tokoh pemuda dan Sekretaris KNPI Sumut. Sementara moderator dalam edisi kali ini, adalah Ahmat Faury yang juga merupakan Pendiri Meja Inspirasi.

Baca juga:  Diskusi Badko HMI Sumut-DPP KNPI: Pemuda Dalam Perencanaan Pembangunan Nasional

Dalam pemaparannya di hadapan puluhan peserta yang hadir di D’ Jong Cafe Jalan William Iskandar (31/10/2018), Indra Buana menjelaskan tentang peranan kalimat Tauhid dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Lebih lanjut ia menegaskan bahwa kondisi Indonesia hari ini terancam dengan propaganda yang dilakukan oleh pihak asing.

“Sejarah kita menjelaskan Kalimat Tauhid menjadi tonggak perjuangan bangsa kita. Di sisi lain saya menilai ada propaganda asinglah yang membahayakan kondisi kebangsaan kita saat ini, kalau terus begini di tahun 2025 ataupun 2030 negara kita Indonesia tinggal kenangan,” tutur Indra Buana.

Baca juga:  Dadang Jemput Aspirasi Petani Kopi Sipirok Menuju Senayan

Senada dengan Indra Buana, narasumber lainnya Ikbal Hanafi menekankan menurutnya sedang ada skema besar yang sedang dibentuk untuk menghancurkan Negara Indonesia.

“Ada skema besar yang ingin menghancurkan Negara Indonesia. Persoalan di Indonesia ini bukan persoalan antar agama, ada sekelompok orang yang ingin merusak Indonesia melalui skenario agama,” tutur Ikbal.

Lebih lanjut Ikbal Hanafi juga mengajak anak-anak muda untuk menjaga penggunaan sosial media khususnya pada hal hal yang dianggap fundamental.

Baca juga:  Dadang Jemput Aspirasi Petani Kopi Sipirok Menuju Senayan

“Bagi anak anak muda yang melek teknologi khususnya sosial media jangan ikut dalam mengomentari hal hal fundamental seperti agama dengan tidak baik,” tandasnya.

Reporter: Ahmad Arfah Fansury
Editor: Asmojoyo

Komentar Facebook



Loading...
To Top