OLAHRAGA

Tidak Ditahan, Mantan Bupati Tapteng Sukran Tanjung Segera Jalani Sidang

Sukran Jamilan Tanjung.(pencarian google)

PUBLIKA.CO.ID- Tersangka dugaan penipuan yang juga mantan Bupati Tapanuli Tengah, Sukran Jamilan Tanjung segera disidangkan. Pasalnya,  Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut) telah  menerima pelimpahan berkas dan tersangka (P-22).

“Benar, sudah kita terima pelimpahan tersangka dan barang bukti dari penyidik Polda Sumut pada Senin (29/10) kemarin,” ucap Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Sumut, Sumanggar Siagian, saat dikonfirmasi, Kamis (1/11).

Baca juga:  Laga Pamungkas Hadapi PSM, Ini Strategi PSMS Tambal Slot Pemain Absen

Sumanggar juga menyebutkan, Kejati Sumut juga sudah menunjuk tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menangani perkara tersebut. JPU saat ini tengah berupaya merampungkan berkas dakwaan agar kasus penipuan ini segera masuk ke persidangan. “JPU nya Kadlan Sinaga. Sesegera mungkin kita limpahkan ke pengadilan,” ucap Sumanggar.

Dia juga mengaku terhadap Sukran tidak ditahan di rumah tahanan. Pertimbangan itu dilakukan lantaran selama proses penyidikan di Polda Sumut, tersangka berstatus tahanan kota. “Tidak ditahan. Dia tahanan kota,” ungkap Sumanggar.

Baca juga:  Laga PSM Kontra PSMS, Pertaruhan Final Dua Ayam Jantan

Untik diketahui, Sultan dilaporkan Joshua Marudutua Habeahan pada 30 April 2018 dengan nomor LP 546/IV/2018/ SPKT III. Tidak hanya Sukran yang dilaporkan, tetapi juga Amirsyah Tanjung. Pelapor atau korban dan terlapor disebutkan pernah

bertemu membahas soal pengerjaan proyek konstruksi senilai Rp5 miliar. “Sukran yang menjabat sebagai Bupati yang memerintahkan Amirsyah untuk meminta sejumlah uang administrasi,” paparnya.

Baca juga:  Edy: Jangan Kalian Ganggu PSSI Hanya Gara-Gara Edy tak Seperahu

Uang yang diminta Sukran Tanjung melalui Amirsyah Tanjung kepada Joshua sebesar Rp450 juta, dengan
harapan akan diberikan sejumlah proyek, salah satunya pembangunan konstruksi. Namun, proyek tidak terealisasi.(Syukri Amal)

Komentar Facebook



Loading...
To Top