Peristiwa

Anak Kandung Pangonal Sebut Uang Suap Untuk Pemenangan Calon Gubsu dan Gedung Partai

Empat saksi memberikan kesaksian pada sidang dugaan suap dengan terdakwa Effendi alias Asiong Kamis (1/11).(ist)

PUBLIKA.CO.ID- Saksi sidang kasus dugaan suap yang melibatkan Bupati Labuhanbatu Nonaktif, Pangonal Harahap, mengatakan, uang suap dipergunakan untuk kepentingan pribadi Pangonal, serta membayar uang Tim Sukses (TS) pasangan Calon Gubernur Sumut, Djarot-Sihar dan untuk membangun gedung kantor PDIP Labuhanbatu.

Hal itu terungkap pada sidang dengan terdakwa Effendi alias Asiong, yang didakwa sebagai pemberi suap kepada Pangonal, dengan agenda mendengarkan keterangan lima saksi yakni Thamrin Samosir, Yazid, orang kepercayaan Pangonal, Baihaki Ladomi Harahap dan Anggia Harahap, keduanya putra Pangonal Harahap serta M Iqbal, supir Baihaki Harahap.

Menjawab pertanyaan Fadli Nasution dkk, penasihat hukum terdakwa Asiong,  Baihaki Ladomi Harahap mengatakan, uang Rp3 miliar dari terdakwa Asiong kepada Pangonal Harahap dipergunakan untuk kepentingan pribadi ayahnya, sedangkan sisanya untuk kepentingan Tim Sukses (Timses) Pemenangan Djarot-Sihar saat menghadapi Pilgubsu lalu serta membangun gedung kantor PDIP Labuhanbatu.

Baca juga:  Simpan Ganja di Kotak Rokok, Habib dan Kiki Diringkus Polisi

Sementara itu, saksi Thamrin Samosir, mengakui menerima Rp1,8 miliar dari terdakwa Asiong untuk kepentingan Pangonal Harahap. “Saya diperintahkan Pangonal untuk mengambil uang kepada terdakwa dan uang tersebut saya serahkan kepada Pangonal,” ujar Thamrin Samosir yang juga tersangka dugaan kasus suap tersebut.

Thamrin yang juga TS Pemenangan Pangonal di Pilkada Labuhanbatu mengaku tidak menerima imbalan dari pemberian uang oleh terdakwa Asiong tersebut. Namun Thamrin mengakui ada menerima Rp30 juta, dan diketahui terdakwa Asiong.

Baca juga:  Kapolsek Pancur Batu Upayakan Jalur Wisata Menuju Berastagi Tidak Macet

Yazid Anshori yang juga orang kepercayaan Pangonal mengakui menerima cek senilai Rp12 miliar. Yazid disuruh Pangonal mengambil uang kepada terdakwa Asiong. Namun dia tidak mengetahui apakah uang tersebut untuk  kepentingan terdakwa mendapatkan proyek”Saya tidak tahu untuk apa uang tersebut pak hakim,” ujar Yazid sembari menjelaskan tidak mendapat sepeserpun dari jasa mengambil uang tersebut.

Ketika Majelis Hakim yang diketuai Irwan Effendi mengkonfrontir keterangan saksi, terdakwa Asiong tidak membantahnya.

Bahkan Asiong mengatakan, Pangonal Harahap berharap terdakwa membayar utangnya kepada pihak ketiga sebesar Rp7 miliar saat Pangonal menghadapi Pilkada Labuhanbatu tahun lalu.

Baca juga:  Saksi Ahli Sebut Penyakit Kompol Fahrizal Berbahaya, Bisa Kambuh Sewaktu-Waktu

Majelis Hakim kembali menunda persidangan terdakwa Asiong, Senin  (5/11) mendatang untuk mendengarkan keterangan Pangonal Harahap selaku saksi mahkota.

Seperti diketahui, dalam dakwaan Penuntut Umum KPK, Dody Sukmono, Mayhardi Indra dan Agung Satrio Wibowo menyebutkan, Pangonal Harahap menerima uang dari Asiong sebesar Rp 38.882.050.000 dan SGD (dollar Singapura) 18.000. Uang tersebut diserahkan bertahap melalui anak Pangonal Baihaki Harahap, Adik Ipar Pangonal Yazid Anshori dan stafnya yang masih buron, Umar Ritonga.(Syukri Amal)

Komentar Facebook



Loading...
To Top