Peristiwa

Didakwa Korupsi Biaya Pembangunan Sekolah, Pria Ini Malah Minta Dijadikan Tahanan Kota

Kepala Sekolah SMKN 1 Medangderas, Muara Bagus, saat mendengarkan dakwaan JPU, Jumat (2/11).(ist)

PUBLIKA.CO.ID– Kepala Sekolah SMKN 1 Medangderas, Kabupaten Batubara, Muara Bagus (41) meminta majelis hakim untuk menjadikannya sebagai tahanan kota dan menghapus status kurungan badan yang saat ini dia jalani

Permohonan itu dia sampaikan pada sidang dakwaan kasus dugaan korupsi penggelembungan biaya dan pertanggungjawaban fiktif dalam proyek Unit Sekolah Baru (USB) yang digagas pemerintah tahun 2016 dengan kerugian negara mencapai Rp436 juta di hadapan majelis hakim diketuai Ferry Sormin, di ruang sidang utama Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (2/11).

“Intinya Yang Mulia, istri saya sangat membutuhkan saya dan anak-anak saya masih kecil-kecil. Dengan ini saya bermaksud mendapatkan pengalihan tahanan menjadi tahanan kota,” ucap Bagus.

Baca juga:  Simpan Ganja di Kotak Rokok, Habib dan Kiki Diringkus Polisi

Menanggapi permohonan tersebut, majelis hakim menyatakan akan mempertimbangkannya. “Nantilah itu ya. Senin depan kita putuskan seperti apa,” jawab Hakim Ketua Ferry Sormin.

Pada sidang dakwaan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Batubara, Ario Wicaksono membacakan dakwaan terkait proyek pembangunan SMKN 1 Medangderas yang bersumber dari APBN sebesar Rp2,49 miliar Rupiah.

Namun, selama proyek berlangsung, Bagus bersama kedua rekannya tersebut melakukan mark-up dan pertanggungjawaban fiktif dalam proyek Unit Sekolah Baru (USB) yang digagas pemerintah.

Baca juga:  Ijeck Pimpin IPHI Sumut Lima Tahun ke Depan

“Hasil Audit BPKP-Sumut ditemukan kerugian negara Rp436 juta tanggal 9 April 2018. Kemudian ditemukan adanya bon faktur palsu yang dibuat terdakwa Muara Bagus atas nama Panglong UD Bangun Mas,” ucap Ario.

Ario juga menyebutkan, terdakwa Muara Bagus terbukti secara bersama-sama melakukan mark-up proyek yang semula bangunan tersebut ditaksir hanya Rp2,06 miliar namun dinaikkan menjadi Rp2,49 miliar. Adapun selisih angka tersebut dalam dakwaan Ario dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi terdakwa.

“Perbuatan terdakwa tersebut diduga bersalah sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 9 Jo Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP,” pungkas Ario Wicaksono.

Baca juga:  Kapolsek Pancur Batu Upayakan Jalur Wisata Menuju Berastagi Tidak Macet

Untuk diketahui, dalam kasus tersebut, Muara Bagus tidak sendirian. Namun kedua tersangka pelaku lainnya yakni Ketua Tim Unit Sekolah Baru (Alm) Nirwansyah dan Konsultan Pengawas (Alm) Zulkarnain Panjaitan telah meninggal dunia beberapa waktu lalu.(Syukri Amal)

Komentar Facebook



Loading...
To Top