OLAHRAGA

Ayo Rahmad, PSMS Butuh Kau Hingga Laga Terakhir!

PUBLIKA.CO.ID- Kolektivitas permainan menjadi salah satu penentu dalam keberhasilan sebuah tim sepakbola dalam pertandingan. Namun kemampuan individu juga menjadi bagian yang tidak kalah penting bagi setiap kesebelasan.

Jika di klub sepakbola, ada nama-nama seperti Cristiano Ronaldo di Juventus ataupun Lionel Messi di Barcelona sebagai sosok penting dalam tim PSMS Medan juga punya. Pelatih PSMS Medan, Peter Butler, memberikan isyarat betapa pentingnya seorang pemain berkualitas dalam sebuah tim. Dan dia menyebut nama Rahmad Hidayat, gelandang serang tim berjuluk Ayam Kinantan sebagai satu di antaranya.

Di beberapa kesempatan, pelatih asal Inggris itu kerap memuji performa pemain asal Kota Medan itu. Teranyar, Jumat (2/11), Peter Butler kembali mengisyaratkan betapa pentingnya jebolan akademi Sepakbola Medan United (ASMU) itu bagi skuad The Killer-julukan PSMS yang lain.

Pelatih PSMS Medan, Peter Butler.(ist)

“Rahmad, mungkin dia bisa main 90% (menghadapi Borneo FC Sabtu 3/11  di Stadion Teladan Medan). Kita harus jaga kondisi dia. Dia punya kualitas. Dalam game seperti itu (krusial) kita perlu orang seperti dia. Pasti, karena dia orang baik,” ucap Peter Butler mengapresiasi.

Baca juga:  Tampil Ciamik di El Clasico, Alwi Slamet Kemungkinan Main Lawan Madura United

Peran Rahmad memang sangat penting bagi PSMS Medan untuk terus menjaga asa agar bisa keluar dari “kubangan” zona degtadasi. Rahmad yang telah turun di delapan pertandingan PSMS Medan di Liga 1 dengan durasi waktu 573 menit pasca hengkang dari Sriwijaya FC, memang cukup memberikan kontribusi bagi PSMS Medan. Baru dua gol yang dia lesakkan selama ini, namun assist dan kemampuan menerobos barisan pertahanan lawan dengan kemampuan individu dan penguasaan bola yang optimal membuat dia sebagai sosok yang dibutuhkan.

Selama bermain di PSMS, kontribusinya membuat tim tersebut meraih tiga kali kemenangan, dan tiga kali kekalahan. Dua hasil seri diraih PSMS saat berlaga tandang.

Saat laga tandang menghadapi Sriwijaya FC, Kamis (18/10), pemain 27 tahun itu harus menyingkir menit 60 babak kedua lantaran cedera dan digantikan Shohei Matsunaga. Selanjutnya, dua laga tanpa kehadiran Rahmat, PSMS harus mengalami kekalahan, termasuk kalah telak 5-0 dari Arema FC, Minggu (28/10) lalu di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Baca juga:  Ini Harapan Asprov PSSI Sumut pada Isori Medan di Pro Futsal League

Pentingnya sosok Rahmad juga disebutkan Dejan Antonic, pelatih Rahmad di Pro Duta FC dan Pelita Bandung Raya (PBR) yang sekarang bernama Madura United. Pelatih yang saat ini mengarsiteki Borneo FC, menilai, eks pilar Persib Bandung dan Sriwijaya FC itu sebagai pemain berkualitas.

Pelatih Borneo FC, Dejan Antonic, memuji performa Rahmad Hidayat dan menyebutnya sebagai pemain berkualitas.(ist)

“Dulu banyak di PBR tidak percaya sama dia (Rahmad Hidayat). Tapi kalau sekarang kita lihat, dia sudah mulai. Yang pertama, dia itu orang baik, orang jujur, bersih. Kualitas dia sekarang, dia penting sekali di tim,” ucapnya.

Diakui Dejan, pasca Rahmad keluar dari Sriwijaya, dia berkeinginan merekrut d untuk memperkuat Borneo FC. Namun, Rahmad akhirnya memilih PSMS. “Saya mau ambil dia kemarin dari Sriwijaya. Tapi dia pilih Medan karena of course keluarga dia ada di sini (Medan). Tapi saya senang dia bisa kembali lagi ke lapangan. Satu pemain yang punya kualitas, cukup bagus,” ungkap pelatih berkebangsaan Serbia itu.

Baca juga:  Disepakati 5 Desember, Laga PSMS Kontra PS Tira Tunggu Jawaban PT LIB

Dejan mengaku cukup senang dengan perkembangan Rahmad saat ini. “Dia bagus sekali, layak sebagai pemain inti,” ungkapnya.

Dengan kualitas yang ada pada dirinya, Rahmad diharapkan mampu membawa PSMS Medan tetap bertahan di kompetisi kasta tertinggi di tanah air, yakni dengan keluar dari zona degradasi dengan memenangkan sisa empat laga kandang dan meraih poin di laga tandang.

Setiap laga PSMS saat in ibarat laga final. Di pundak Rahmad, termasuk seluruh pemain, pelatih dan ofisial PSMS, publik pencinta klub berlambang daun tembakau itu menaruh harapan besar, perjuangan tim akan berakhir bahagia di akhir musim.(Syukri Amal)

Komentar Facebook



Loading...
To Top