OLAHRAGA

Legenda Timnas Taklukkan PSMS Legend, Rochy Putiray Cetak Gol Tunggal

Skuad Timnas Legend (baju merah) dan PSMS Legend (baju hijau) berfoto bersama jelang laga persahabatan di Stadion Mini USU, Minggu (4/11).(ist)

PUBLIKA.CO.ID- Mantan striker timnas, Rochy Putiray, mencetak satu-satunya gol pada laga persahabatan antara timnya, PSSI Legend kontra PSMS Legend di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Minggu (4/11).

Pada laga yang digelar berkat kerja sama Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), BNI dan Universitas Sumatera Utara (USU) itu, pertandingan berlangsung ketat sejak awal. PSMS legend dimotori Iwan Karo-Karo dan Abdurahman Gurning di lini tengah. Keduanya dibantu H Sumardi dan Julius Raja. Dashrul Bahri mengisi posisi paling depan. Sementara di bawah ada PSMS dikomandoi Puspom dan Petrus Barus membentengi gawang yang dikawal Prof Fidel Ganis Siregar.

Dashrul Bahri, Julius Raja hingga Fadly Hariri berkali-kali menebar ancaman. Namun ketatnya pertahanan PSSI Legend di bawah komando Nasir Salasa mampu meredam serangan PSMS Legend.

Baca juga:  Disetujui PT LIB, Laga PSMS kontra PS Tira 5 Desember di Stadion Pakan Sari

PSSI legend pun meladeni permainan tuan rumah. Nama-nama sekaliber Ricky Yakobi, Rochy Putiray, dan Khair Rifo cukup merepotkan Yongky Haurissa di lini pertahanan PSMS Legend selaku tuan rumah. Hingga jeda, belum ada gol yang tercipta.

Usai turun minum, kedua tim masih terus bergantian melakukan serangan. PSSI Legend banyak melakukan rotasi pemain. Ada tujuh pemain yang masuk, seperti kiper Sandi, lalu David Sulaksono, Sede Sulaiman, Berti Turuarima, David Albet, Badia Raja Manurung dan Aziz.

Sementara Rochy Putiray masih dipercaya untuk memimpin serangan di depan. Rochy yang pernah mencicipi Liga Hong Kong itu juga jadi pemecah kebuntuan tim lewat sontekannya pada menit 67.

Baca juga:  Wow, Tiga Tim Liga 3 Sumut Dikandaskan Solok FC, Teranyar Medan Utama FC

PSMS berusaha membalas lewat Safril. Tapi usahanya sia-sia karena kuatnya pertahanan PSSI legend. Hingga peluit panjang, skor 1-0 untuk PSSI legend.

“Pertandingan yang sangat menarik, karena kami sebagai mantan pemain pastinya rindu kembali ke lapangan hingga dipertemukan di sini. Ya harapannya, ini bukan sekali aja tapi bisa terus dilakukan. Apalagi kan bisa sharing-sharing pengalaman buat yang muda. Walau gak ada lisensi kepelatihan, tapi pasti ilmu sebagai mantan pemain bisa berguna,” kata mantan pemain PSMS dan PSSI era 80-an itu. Dia juga tak lupa megucapkan terima kasih kepada Askrindo, BNI dan USU yang telah menggelar dan mendukung laga tersebut.

Sebelumnya, Dirut Operasional Askrindo, Anton Siregar memberi perlindungan asuransi kesehatan kepada setiap pemain yang ikut dalam Indonesia Legendary Match sebesar Rp100 juta. “Bangga sekali bisa ke Medan. Bersilaturahmi dan saling kenal kepada mantan pemain di setiap era berbeda. Semoga event ini agenda tahunan, karena banyak pemain-pemain yang belum bisa hadir seperti Peri Sandria dan lain-lain. Ya pastinya setelah ini, kami tunggu away nya di Jakarta,” ucap Anton  didampingi CEO BNI Wilayah Medan, Novianto.

Baca juga:  Ini Harapan Asprov PSSI Sumut pada Isori Medan di Pro Futsal League

Prof Dr dr Fidel Ganis Siregar mewakili PSMS legend menjawab keinginan tersebut. “Selamat datang dan terima kasih PSSI sudah datang ke Medan. Ada home, pasti ada away juga. Kami bangga para legenda sepakbola nasional bisa ke sini,” ucap dia.(Syukri Amal)

Komentar Facebook



Loading...
To Top