Nusantara

LLDikti dan APTISI Sumut Apresiasi Lulusan STIK-P

Ketua STIK-P, Dr H Sakhyan Asmara MSP, menyalami wisudawati STIK-P saat acara wisuda di Le Polonia Hotel, Sabtu (3/11) lalu.(ist)

PUBLIKA.CO.ID- Wisuda Sarjana Angkatan XXVII Tahun Ajaran 2017/2018 Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi “Pembangunan” (STIK-P) Medan menunjukkan kampus tersebut telah melaksanakan proses Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan baik.

“Artinya STIK-P telah mengemban dengan baik kepercayaan yang diberikan pemerintah untuk menyelanggarakan satuan kegiatan berdasarkan peratuan perundang-undangan perguruan tinggi,” kata Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah I Sumut diwakili Kasubbag Kelembagaan Dra Faizah Bt Johan Alamshah MSi pada wisuda sarjana STIK-P di Le Polonia Hotel, Sabtu (3/11).

“Pendidikan tinggi merupakan aset terpenting dalam pembangunan masa depan bangsa. Tanpa pendidikan bermutu, tidak mungkinlah kita bisa mempersiapkan SDM profesional yang melahirkan karya akademik membangun bangsa ini,” ujarnya.

Dia meminta, lulusan STIK-P selalu menjaga nama baik almamater perguruan tinggi di masyarakat. “Image STIK-P di masyarakat akan terbawa pada diri wisudawan. Untuk itu, jagalah nama baik almamater. Lulusan STIK-P harus menjadi agen perubahan bangsa dengan bekerja keras, jujur, dan disiplin,” ucapnya.

Baca juga:  Buron Dua Tahun Lebih, Mantan Kadis PU Deliserdang Ditangkap di Rumahnya

Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Sumut, Dr H Bahdin Nur Tanjung SE MM, memberikan ucapan selamat kepada STIK-P yang menyumbangkan hasil karyanya dalam menghasilkan SDM berkualitas di bidang komunikasi. Bahdin menilai peran komunikasi sangat besar dalam mengikuti perkembangan dunia. Di sisi lain, memang komunikasilah penggerak revolusi 4.0 yang saat ini telah melakukan banyak perubahan, termasuk di dunia pendidikan.

“Untuk itu saya meminta kepada para PTS yang tergabung dalam APTISI termasuk STIK-P untuk terus menempah mahasiswa yang berkualitas. Ini karena saat ini pemerintah sudah tidak lagi membeda-bedakan antara mahasiswa lulusan swasta atau negeri,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua STIK-P, Dr H Sakhyan Asmara MSP, menjelaskan, realitas kehidupan komunikasi saat ini begitu dahsyat. Di Indonesia, kemajuan teknologi komunikasi beriringan dengan terbuka lebarnya kran demokrasi, yang mengantarkan masyarakat berhadapan dengan media komunikasi sebagai kawan atau lawan.

Baca juga:  Sugiat Santoso: Gerindra Siap Perjuangkan Nasib Guru Honorer

Menyikapi perkembangan zaman, peran sarjana komunikasi yang berintegritas sangat penting. Para sarjana komunikasi hendaknya memainkan perannya sebagai mediator, fasilitator, dan katalisator mencegah dampak buruk yang semakin meluas dari perkembangan dunia komunikasi.

“Usai wisuda, pastilah sarjana akan terjun ke masyarakat mengimplementasikan ilmunya untuk kepentingan pengembangan dirinya serta memberikan manfaat bagi orang lain. Kehadiran lulusan STIK-P harus menjadi bagian yang amat strategis memainkan peran mengisi kekosongan ruang steril sebagai penyejuk dalam kehidupan selama ini,” harap Sakhyan.

Total, STIK-P yang didirikan tokoh pers nasional (almh) Hj Ani Idrus telah melahirkan 834 lulusan dengan konsentrasi ilmu jurnalistik, public relations, dan kini broadcasting. Tahun ini, tiga lulusan terbaik disandang Rahmi Fauziah Nainggolan (PR/IPK 3,78), Afra Bai’atun Nisa (Jurnalistik/3,67), dan Depreni Hervina (Jurnalistik/3,66).

Baca juga:  Ini Aksi Simpatik yang Dilakukan Grab di Medan Peringati Hari Pahlawan

Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) STIK-P yang juga mewakili Ketua Yayasan Pendidikan Ani Idrus (YPAI), Hj Ida Tumengkol BComm MHum, mengatakan, tahapan berat belajar selama empat atau lima tahun di bangku kuliah kini sudah selesai. Itu patut disyukuri karena tidak semua orang dapat mengecap pendidikan.

“Sejatinya makna wisuda adalah tanggung jawab atas ilmu yang diperoleh selama di kampus dan praktik di lapangan, sehingga beragam ilmu yang telah kita pelajari bisa bermanfaat untuk masyarakat, bangsa, dan negara,” kata Ida.

“Wisuda bukan akhir segalanya, tapi awal dari proses kehidupan panjang yang terbentang di depan mata. Setelah ini, wisudawan akan memulai babak baru dalam kehidupannya dan diharapkan tetap berjuang mendapat pekerjaan yang cocok dengan keilmuan dan passion yang dimiliki,” ungkapnya.(rilis)

Komentar Facebook



Loading...
To Top