Peristiwa

Pangonal tak Tahu Terima Komisi Perbuatan Korupsi

Bupati Labuhan batu Nonaktif, Pangonal Harahap, saat memberikan kesaksian untuk terdakwa Asiong, Senin (5/11).(ist)

PUBLIKA.CO.ID- Bupati Labuhanbatu nonaktif, Pangonal Harahap mengaku tidak mengetahui menerima komisi (fee) proyek merupakan perbuatan yang dilarang atau melanggar hukum. Bahkan menurutnya, pemetaan komisi merupakan hal yang wajar.

Hal itu dikatakannya saat menjadi saksi mahkota di persidangan suap terhadap dirinya dengan terdakwa Effendi Syahputra alias Asiong, di Ruang Sidang  Utama Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (5/11) siang. “Saya tak pernah membaca tentang Undang-undang korupsi, pak hakim. Saya tidak memahami itu. Sumpah, kan memang semua bupati-bupati seperti itu, yang saya ketahui bahwa kontraktor atau pengusaha itu diperbolehkan (menerima fee proyek),” ujat Pangonal di hadapan Majelis Hakim diketuai Irwan Effendi.

Baca juga:  Simpan Ganja di Kotak Rokok, Habib dan Kiki Diringkus Polisi

Pangonal menyebut, dia akhirnya mengetahui perbuatannya itu kebiasaan yang salah setelah ditangkap KPK. “Saya ketahui bahwa kontraktor atau rekanan itu diperbolehkan (berikan fee proyek), makanya saya tidak tahu pak hakim,” kata Pangonal lagi.

Pangonal yang mengenakan baju batik motif coklat saat menjadi saksuy mengaku sudah lama mengenal baik Asiong. Bahkan setelah terpilih kembali menjadi Bupati Labuhanbatu hingga dilantik pada 2015 lalu, keduanya sudah duduk bersama membicarakan tentang pembangunan Labuhanbatu ke depannya.

Baca juga:  Ijeck Pimpin IPHI Sumut Lima Tahun ke Depan

“Asiong adalah salah satu pemborong yang besar dan mampu memperbaiki mutu pembangunan di Labuhanbatu dengan bagus, pak Hakim,” jelas Pangonal.

Dalam persidangan itu juga terungkap kalau Pangonal ada menerima Rp40 Miliar dari Asiong. Uang itu menurutnya dia pinjam di awal sebagai modal untuk bertarung di Pilkada Labuhanbatu.

“Jadi setiap ada proyek saya mendapatkan keuntungan 15% dan intinya saya tidak pernah memaksa rekanan untuk memberikan fee itu kepada saya,” kata Pangonal lagi.

Sidang selanjutnya ditunda untuk mendengarkan keterangan saksi lainnya pada Kamis (8/11) mendatang. Seusai sidang, Pangonal Harahap yang sengaja diterbangkan dari Jakarta oleh KPK untuk menjadi saksi di persidangan tersebut, terlihat menyalami majelis hakim. Bahkan terdakwa Asiong pun dia salami dan berbicara sangat akrab.

Baca juga:  Saksi Ahli Sebut Penyakit Kompol Fahrizal Berbahaya, Bisa Kambuh Sewaktu-Waktu

Seperti diketahui, dakwaan tim Penuntut Umum KPK, Dody Sukmono, Mayhardi Indra dan Agung Satrio Wibowo menyebutkan, Pangonal Harahap menerima uang dari Asiong sebesar Rp 38.882.050.000 dan SGD 218.000. Uang tersebut diserahkan bertahap melalui Baihaki Harahap, anak Pangonal, Yazid Anshori, Adik Ipar Pangonal dan stafnya Umar Ritonga (Buron).(Syukri Amal)

Komentar Facebook



Loading...
To Top