Nusantara

Sugiat Santoso: Gerindra Siap Perjuangkan Nasib Guru Honorer

PUBLIKA.CO.ID- Partai Gerindra akan memperjuangkan nasib Guru Honorer yang selama ini minim perhatian pemerintah. Rendahnya tingkat kesejahteraan Guru Honorer adalah bukti bahwa rezim Jokowi tidak berpihak pada dunia pendidikan.

Hal itu dikatakan Sugiat Santoso Caleg DPR RI Dapil Sumut III nomor urut 6 dari Partai Gerindra, Sabtu (10/11). Sugiat yang juga Ketua DPD KNPI Sumut sangat menyesalkan sikap Jokowi yang mengabaikan aspirasi guru honorer saat berdemo di Istana Negara kemarin. Menurut Sugiat, apa yang menjadi tuntutan para Guru Honorer itu sebenarnya adalah tuntutan yang sangat manusiawi. Seperti meningkatkan kesejahteraan, pengangkatan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan berbagai bentuk pengakuan lainnya dari negara.

Baca juga:  Samsir Pohan: Rakyat Pekebun Kelapa Sawit Di Labuhanbatu Raya Harus Kuat!

Sugiat mengatakan, diberbagai daerah masih banyak di temui gaji Guru Honorer yang jauh di bawah Upah Minimum Regional (UMR). “Bahkan ada guru honorer yang sudah bertahun tahun mengajar, namun gajinya masih 800 ribu. Harusnya negara hadir untuk membela Guru Honorer yang hidup jauh dibawah standart hidup sejahtera,” tandasnya.

Sugiat menilai, apa yang menjadi tuntutan Guru Honorer tersebut sangat berkorelasi erat dengan apa yang menjadi cita cita dari Pendiri Partai Gerindra Bapak H. Prabowo Subianto. Katanya, sejak berdirinya Partai Gerindra, kami sudah berkomitmen untuk memajukan Bangsa dengan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. “Mustahil pendidikan kita maju, jika guru-gurunya masih hidup susah dan jauh dari perhatian pemerintah,” tandasnya.

Baca juga:  30 Persen Ibu di Sumut Jarangkan Kelahiran Dengan Jarak 5 Tahun

Menurut Sugiat ada 3 poin penting yang akan menjadi fokus perhatian kami jika nanti rakyat memandatkan Pemimpin kami dari Partai Gerindra Bapak H. Prabowo Subianto menjadi memimpin di negeri ini. Pertama, kami akan cabut Peraturan Menpan Reformasi Birokrasi Nomor 36 Tahun 2018 soal pengangkatan CPNS terkhusus untuk guru.

Kedua, kami akan adakan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk pengangkatan tenaga honorer di atas usia 35 tahun. Dan ketiga, kami akan tingkatkan kesejahteraan guru honorer diberbagai daerah, setidaknya harus diatas UMR yang sudah ditentukan di tiap daerah.

Baca juga:  FAJI Sumut 2018 – 2022 Dilantik, Usung Misi Prestasi dan Penyelamatan Lingkungan Sungai

“Untuk apa uang dihambur hamburkan untuk membangun sektor lain di luar pendidikan yang hanya menguntungkan kelompok kelompok pemodal. Terlebih itu dilakukan hanya untuk mendatangkan ribuan tenaga kerja asing ke negeri sendiri. Sementara itu, kita lupa akan pentingnya membangun sektor pendidikan demi meningkatkan kualitas anak Bangsa kita sendiri,” tandasnya.

Sugiat yakin dan percaya bahwa ada dukungan yang besar dari masyarakat kepada kami dalam meningkatkan kualitas pendidikan demi membangun kualitas para penerus bangsa.

Editor: Asmojoyo

Komentar Facebook



Loading...
To Top