Nusantara

Buron Dua Tahun Lebih, Mantan Kadis PU Deliserdang Ditangkap di Rumahnya

Mantan kepala dinas PU Deliserdang, Faisal (kanan) ditangkap setelah buron dua tahun lebih.(ist)

PUBLIKA.CO.ID– Pelarian Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Deliserdang, Ir Faisal, sejak 2016 berakhir setelah Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut) berhasil menangkap  buronan terpidana dua belas tahun penjara kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) sebesar Rp105,83 miliar tersebut.

Faisal yang masuk daftar pencarian orang (DPO) Kejaksaan Negeri (Kejari) Delierdang sejak awal 2018 dibekuk tim intelijen yang dipimpin langsung oleh Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sumut, Leo Simanjuntak, bersama Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Deliserdang, Jumat (9/11) lalu.

Baca juga:  Kejati Sumut Sebut Kasus Dokumen Palsu JR Saragih Kedaluwarsa

Faisal dibekuk di rumahnya di Jalan Yos Sudarso Warehouse No 313, Kelurahan Mekar Sentosa, Kecamatan Rambutan, Tebingtinggi, pukul 22.45 WIB.

Kasi Penerangan Hukum (Penkum)  Kejati Sumut, Sumanggar Siagian, membenarkan penangkapan Faisal.

“Setelah terlebih dulu melakukan pengintaian, Tim Tabur (tagkap buronan) Intelijen Kejati Sumut dan Kejari Deliserdang, selanjutnya memasuki rumah terpidana dan berhasil mengamankan seorang DPO terpidana perkara tindak pidana korupsi (Tipikor) atas nama, Faisal,” ujar Sumanggar Siagian, Senin (12/11).

Sumanggar menjelaskan, terpidana merupakan DPO Kejari Deliserdang, terpidana kasus korupsi PU Deliserdang tahun 2010 yang nilainya sebesar Rp105,83 miliar. Dia menjelaskan, Faisal yang menjabat Kadis PU Deliserdang telah mengalihkan kegiatan-kegiatan yang terdaftar dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) di Dinas PU Deliserdang dari kegiatan bersifat tender menjadi kegiatan swakelola, sehingga menimbulkan kerugian keuangan negara sejumlah Rp105,83 miliar dan menyalahi ketentuan sebagaimana di atur pada UU Tipikor.

Baca juga:  Terindikasi Korupsi, Warga Laporkan Oknum Kepala Desa Ke Kejati Sumut

“Yang bersangkutan dipidana berdasarkan putusan Mahkamah Agung pada tanggal 15 Februari 2016,” jelas Sumanggar.

Sumanggar menambahkan, pelaksanaan operasi intelijen pengamanan DPO berjalan dengan aman dan lancar serta kooperatif tanpa perlawanan apapun.

“Asintel Kejati Sumut dan tim saat pengamanan melakukan upaya persuasif dengan menyadarkan DPO agar supaya bersikap kooperatif dalam menjalankan  putusan Mahkamah Agung (MA) yang mempidanakan terpidana selama 12 tahun penjara,” tuturnya.

Baca juga:  Dorong Sumatera Utara Aerotropolis 2024, HMI Sumut Gelar Seminar Nasional

Setelah dibawa ke kantor Kejati Sumut, di hari yang sama usai penangkapan, terpidana sekitar pukul 22.50 WIB, keesokan harinya, Sabtu (10/11) Faisal digiring ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lubukpakam, menjalani hukuman.(Syukri Amal)

Komentar Facebook



Loading...
To Top