Peristiwa

Saksi Ahli Sebut Penyakit Kompol Fahrizal Berbahaya, Bisa Kambuh Sewaktu-Waktu

Dua saksi ahli yang dihadirkan pada sidang dugaan pembunuhan dengan terdakwa Kompol Fahrizal, Senin (12/11).(ist)

PUBLIKA.CO.ID- Sidang dugaan pembunuhan dengan terdakwa Kompol Fahrizal kembali bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (12/11) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. Fakta mengejutkan didapatkan dari saksi ahli, dokter Riki Wijaya.

Memberikan keterangan di hadapan majelis hakim yang diketuai Deson Togatorop, dokter Riki Wijaya menyebutkan, penyakit Kompol Fahrizal sewaktu-waktu bisa kambuh kembali.

“Kalau ditanya bisa sembuh atau tidak. seperti yang saya bilang tadi pak, kalau dia bisa jaga makan obat, keluarga terus menjaga pikirannya mungkin bisa stabil kembali.

Tapi biasanya stabilnya dalam hitungan waktu. Ada yang 8 tahun, 1 tahun bahkan ada yang 1 hari sudah stabil kembali. Karena sewaktu-waktu bisa kambuh kembali,” ucap Riki menjawab pertanyaan majelis hakim pada sidang di ruang Cakra VII PN Medan tersebut.

Baca juga:  TPL Bantu Pembangunan Pagar SD Negeri di Lumban Sirait

Dokter Riki menjelaskan, di bidang medis, penyakit yang menimpa Kompol Fahrizal disebutkan karena ada ketidakstabilan nero transmiter di dalam otak terdakwa. “Penyebabnya biasa, masalah pikiran. Seperti kehilangan orang yang dikasihi, permasalahan rumah tangga, masalah pekerjaan, pindah rumah, jumpa orang baru pun bisa. Rata-rata penyakit yang dialami seperti Kompol Fahrizal bisa tidak tampak, tapi kapan pun bisa kambuh,” ungkap Dokter Riki.

Baca juga:  Doorrr! Pelaku Pembobol Rumah di Jalan Makmur Ditembak Polisi

Sementara itu, seorang saksi ahli lainnya, dokter Paskwani mengungkapkan, pertama kali Kompol Fahrizal dibawa observasi ke rumah sakit jiwa, kondisinya sangat parah.

“Dia (Kompol Fahrizal) dibawa ke rumah sakit jiwa sekitar bulan Juli 2018 atas permintaan kepolisian. Dia diobservasi selama 14 hari. Dia mengamuk dan menendang pintu. Mengaku melihat hantu pria berpakaian hitam. Hasil pemeriksaan dia mengalami gangguan jiwa berat,” kata Paskawani.

Dokter Paskwani menyebut pada waktu itu polisi bilang, di dalam tahanan Polda Sumut, Kompol Fahrizal juga mengamuk dan meminum air kloset. “Kompol Fahrizal lebih senang dirawat di rumah sakit jiwa daripada di dalam tahanan Polda Sumut,” pungkasnya.

Baca juga:  Warga Jalan Tuba Empat Heboh, Seorang Bocah Hanyut di Sungai Denai

Usai mendengarkan keterangan kedua saksi ahli, majelis hakim menutup persidangan dan melanjutkannya pekan depan. Seperti diketahui, mantan Wakapolres Lombok Tengah, Kompol Fahrizal, ditetapkan sebagai pelaku penembakan berujung tewasnya adik iparnya sendiri, Jumingan alias Jun (33), Rabu (4/4) malam lalu.(Syukri Amal)

Komentar Facebook



Loading...
To Top