OLAHRAGA

Wow, Tiga Tim Liga 3 Sumut Dikandaskan Solok FC, Teranyar Medan Utama FC

Ketua Umum Medan Utama FC, Ahmad Untung Lubis (tengah) didampingi Asisten Pelatih, Agustiono (kiri) dan Media Officer, Arianda Tanjung (kanan) saat memberikan keterangan usai laga kontra Solok FC, Selasa (13/11) sore.(Syukri Amal)

PUBLIKA.CO.ID- Tim sepakbola Liga 3, Solok FC menjadi momok tim Liga 3 asal Sumatera Utara (Sumut). Betapa tidak, setelah menumbangkan PSDS Deliserdang dan PS Bhineka, giliran Medan Utama FC harus keok dan gagal melaju ke babak 32 besar setelah takluk 0-1 di Stadion TD Pardede. Selasa (13/11) sore.

Kekalahan satu-satunya harapan Sumut yang tersisa itu tambah menyakitkan lantaran gol lawan tercipta dari titik putih menit ke 58. Kapten Solok FC, Hasnul Rifan sukses menceploskan bola ke gawang Medan Utama yang dikawal kiper Verryan  Ramadhana. Kekalahan tersebut merupakan yang kedua kali didapatkan tim besutan pelatih Zefrizal setelah di pertemuan pertama Medan Utama kalah 2-1 di kandang Solok FC di Stadion H Agus Salim Padang, Selasa (6/11) lalu.

Selama pertandingan, kartu kuning diberikan wasit Zetman Pangaribuan asal Jakarta Timur kepada lima pemain Medan Utama yakni Sutrisno (menit 35), Verryan Ramadhana (menit 38), Wilson Togatorop (menit 41) Adlan Lubis (45+2) dan Haris Abdiansyah (menit 66). Sementara untuk pemain Solok FC, kartu kuning diberikan kepada Reza Fahlevi (menit 29), dan Pras Aditya (menit 90+4). Sedangkan Amin Rais harus diusir keluar pertandingan setelah mendapatkan akumulasi kartu menit 64

Baca juga:  Disanksi Lagi Untuk Penyalaan Suar, Total Denda PSMS Rp1 Miliar Lebih

Usai pertandingan, Ketua Umum Medan Utama FC, Ahmad Untung Lubis mengatakan, kekhawatiran pihaknya jelang laga tersebut terjadi. Berharap wasit bisa memimpin pertandingan dengan baik, namun, wasit malah dinilai menjadi biang kerok dengan kepemimpinannya yang berat sebelah. ”Kami kecewa dengan kinerja wasit. Gol penalty untuk Solok FC tidak layak diberikan karena tangan Refo (Enlarefo Bilvan Liz Siregar) tidak aktif waktu tersentuh bola,” ujarnya didampingi Bendahara Medan United Ari Ridho, kepada wartawan.

Menurutnya, jika wasit memberikan hadiah penalti kepada lawan, hal yang sama harusnya diberikan kepada Medan Utama lantaran kondisi serupa juga terjadi di kotak penalti Solok FC. “Harusnya Medan Utama dapat hadiah penalti juga karena kejadian serupa terjadi di kotak penalti lawan. Tangan pemain Solok menyentuh bola di kotak penalti mereka” kata dia lagi.

Kepemimpinan wasit yang dinilai berat sebelah menjadi pemicu sejumlah pemain Medan Utama berlaku emosional. “Pemain emosi karena terbawa suasana waktu laga tandang menghadapi Solok. Kejadiannya yang seperti ini juga,” ucapnya.

Baca juga:  Kepri Jaya Akhiri Perjuangan PSMS di Piala Indonesia

Ahmad Untung Lubis menyebutkan, kekalahan tiga wakil Sumut oleh Solok FC seolah menahbiskan ada faktor non teknis untuk menghalangi tim Sumut untuk maju. “PSDS, Bhineka, dan sekarang Medan Utama, semuanya kalah sama Solok FC. Awalnya kami masih belum percaya, tapi kami akhirnya membuktikan sendiri pengalaman pahit yang dirasakan dua tim Liga 3 Sumut sebelumnya. Apa karena Solok FC ini punya salah satu Exco PSSI Pusat?” ucapnya geram.

Namun, kendati gagal, Ahmad Untung menegaskan, Medan Utama tetap akan berjalan seperti biasa. “Target babak 32 besar gagal kami raih. Kami tetap mensyukuri hasil ini, paling tidak lebih baik dibanding tahun lalu. Masih ada kompetisi yang akan kami jalani, salah satunya PIala Indonesia. Kami akan terus melakukan pembinaan karena kami ini peduli dengan kemajuan sepakbola, ” pungkasnya.

Senada Asisten Pelatih Medan Utama, Agustiono juga menyebutkan, kinerja wasit menjadi biang kerok kekalahan timnya. Padahal kata dia, tim pelatih sudah mewanti-wanti pemain untuk bermain sabar dan tidak terjebak provokasi lawan. “Sudah ditekankan agar pemain sabar, tapi malah dirusak wasit,” kata dia.

Baca juga:  Hadapi Kepri Jaya Momentum PSMS Move On

Sayangnya, pihak Solok FC yang awalnya menyetujui untuk hadir pada temu pers usai laga tidak hadir. Memang, kondisi usai laga cukup ricuh lantaran suporter tuan rumah yang tidak terima timnya kalah, sempat mengejar wasit dan melontarkan pernyataan bernada kecewa terhadap kepemimpinan wasit.

Sementara sebelumnya, soal Solok FC dimiliki oleh salah satu Exco PSSI, tidak dipungkiri manajemen klub tersebut. Manajer Solok FC, Hendra Faizon menyebutkan,  Exco PSSI, Ferry Mulyadi merupakan pendiri awal klub yang bermarkas di Kota Solok Sumatera Barat (Sumbar) tersebut. “Solok FC ini dibantu bapak Ferry Mulyadi untuk pendanananya. Tapi sebenarnya sudah bekerja sama dengan Pemda Kota Solok. Pak Ferry pendiri awal Solok FC,” ucapnya.(Syukri Amal)

Komentar Facebook



Loading...
To Top