OLAHRAGA

Asori Medan Berkompetisi di 8 Besar LFN 2018, Pemain Nasional Ucapkan Selamat

Ketua Isori Medan, Adi Wijaya (pakai topi) menyalami pemain tim Isori Medan saat pelepasan ke Purwokerto, Jawa Tengah, untuk babak delapan besar LFN 2018, baru-baru ini.(ist)

PUBLIKA.CO.ID- Lolosnya Tim futsal Ikatan Sarjana Olahraga Indonesia (Isori) Medan di babak delapan besar Liga Futsal Nusantara (LFN) 2018 di Purwokerto, Jawa Tengah pada 16-18 November mendatang mendapat respons dari pemain futsal nasional, Sauqy Saud Lubis.

Bertemu dengan Ketua Isori Medan, Adi Wijaya di SMA Negeri 3 Medan, Kamis (15/11) pagi, Sauqy mengaku bangga atas pencapaian tim yang pernah membesarkan namanya tersebut. Selangkah lagi, tim Isori Medan akan menjadi tim profesional.

“Saya bangga menjadi keluarga besar Isori Medan, dan kapanpun dibutuhkan Isori Medan saya siap membantu. Semoga di laga nanti kawan-kawan bisa menang, dan membawa bangga nama Sumut,” ujarnya.

Baca juga:  Kepri Jaya Akhiri Perjuangan PSMS di Piala Indonesia

Apa lagi memang sejauh ini, kata Sauqy,  Isori Medan merupakan salah satu tim futsal yang aktif dalam mengikuti sejumlah event, bahkan melahirkan pemain andal. Selain Sauqy, pemain Persija Jakarta, Rico Simanjuntak juga pernah memperkuat tim Isori Medan.

Keikutsertaan  tim Isori Medan menurut Adi Wijaya merupakan anugerah. Apa lagi dia  mengakui jika timnya sempat hampir tidak akan berangkat untuk bertanding, mengingat ketiadaan dana. Karena seperti diketahui, kompetisi tersebut memang cukup panjang, mulai dari tingkat provinsi, regional Sumatera, hingga nasional.

Baca juga:  Medan dan Sergai Sukses Mendominasi Kejurda R6 Arung Jeram Sumut

“Tentunya dana yang dibutuhkan juga tidak sedikit. Makanya sehari sebelum bertemu dengan Pengurus Asprov Sumut khususnya Bapak Kodrat Shah, saya sempat bilang sama anak-anak sepertinya mereka gagal berangkat ke Purwekerto, tapi Alhamdulillah semuanya berubah, dan mereka dapat berangkat akhirnya,” katanya.

Sejumlah usaha terus dilakukan pengurus Isori Medan agar opersional tim tersebut tetap berjalan. “Tim ini merupakan miliki para guru olahraga yang tergabung dalam Isori, dan dananya juga hasil swadaya. Seperti saat ke Lampung untuk ikut tingkat regional, kami sudah melakukan penggalangan dana yang diberi nama ‘Gerakan 1000 rupiah’,” katanya.

Baca juga:  Disanksi Lagi Untuk Penyalaan Suar, Total Denda PSMS Rp1 Miliar Lebih

Adi mengatakan, selangkah lagi memang akan menuju Liga Pro Futsal Nasional atau Pro Futsal League musim kompetisi 2019. Untuk itu kada tida, tim akan berusaha memberikan hasil yang terbaik untuk membawa nama harus Sumut di kancah nasional. “Jika kami lolos dari babak delapan besar ini, maka akan langsung jadi tim professional. Untuk itu sekali lagi saya berterimakasih kepada Asprov Sumut khususnya Bapak Kodrat Shah yang sudah mau membantu tim ini,” pungkasnya.(Syukri Amal)

Komentar Facebook



Loading...
To Top