Nusantara

Misteri Pembunuhan Satu Keluarga Terungkap, tapi Linggis Masih Jadi Misteri

Haris Simamora Menyimpan Dendam pada Keluarga Daperum
Polisi menyatakan Haris Simamora (HS) sebagai pelaku pembunuhan satu keluarga di Bekasi (Foto: Detik, Lamhot Aritonang)

PUBLIKA.CO.ID – Misteri pembunuhan empat orang satu keluarga di Bekasi akhirnya terungkap.

Polisi menyatakan Haris Simamora (HS) sebagai pelakunya. HS dendam karena sering dimarahi dan dianggap tak berguna keluarga tersebut.

Kasus ini kini ditangani Polda Metro Jaya.

Kronologi

Tersangka pembunuhan satu keluarga di Bekasi, Haris Simamora memakai linggis jadi alat pembunuhan. Linggis yang dipakai Haris itu kini masih jadi misteri.

Haris tega membunuh Daperum Nainggolan, Maya Ambarita, Sarah Nainggolan, dan Arya Nainggolan pada Senin (12/11/2018) malam. Dia awalnya ditelepon oleh Daperum untuk datang ke kediamannya di Jalan Bojong Nangka 2 RT 002 RW 07, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi.

Haris masih punya hubungan keluarga dengan Daperum. Usai berbincang, Daperum dan keluarganya lalu tidur sementara Haris masih di rumah tersebut.

Baca juga:  Kejati Sumut Sebut Kasus Dokumen Palsu JR Saragih Kedaluwarsa

Haris sudah lama menyimpan dendam terhadap Daperum karena kerap dihina. Ketika keluarga itu sudah tidur, dia lalu mengambil linggis dari brankas milik Daperum.

“Sekitar pukul 23.00 WIB, dia melakukan aksinya. Dia pas mereka tidur, dia ke belakang bawa HP. Dia sudah sering ke situ, dia tahu tempat perkakas di mana, dia lihat linggis. Akhirnya linggis dipakai untuk itu,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono pada Jumat (16/11/2018).

Linggis itu dipakai Haris untuk membunuh Daperum dan Maya yang sedang tidur. Sarah dan Arya, kedua anak Daperum-Maya, lalu dicekik Haris hingga tewas.

Usai membunuh satu keluarga itu, Haris pergi menggunakan mobil Nissan X-Trail berwarna silver dengan nopol B-1075-UOG milik Daperum. Linggis itu dibuang di tengah jalan.

Baca juga:  Berdamai, Kemitraan Sabar Sitorus-H Arbie Barlanjut

Polisi sempat mencari linggis tersebut pada Kamis (15/11) malam. Namun pencarian ditunda karena cuaca tidak mendukung.

“Sampai sekarang belum ditemukan karena dibuang ke Kalimalang. Kemarin penyidik ke sana, karena hujan, banjir, deras airnya, makanya kita tunda,” ucap Argo.

Haris kini sudah ditetapkan menjadi tersangka dan terancam hukuman mati. Sementara itu, linggis yang dipakai jadi senjata pembunuhan masih misteri.

Tak Perlu Terjadi

Peristiwa keji tersebut sebetulnya tidak perlu terjadi jika ada perbaikan cara komunikasi. Psikolog Veronica Adesla dari Personal Growth mengatakan, cara komunikasi yang baik memungkinkan gejolak perasaan tersampaikan dengan baik tanpa bermaksud menyakiti salah satu pihak.

Baca juga:  Wah, Ustad Tengku Zulkarnain Semarakkan Tablig Akbar Masjid Noer Ida Deliserdang

“Pihak yang berkomunikasi harus punya kecakapan dan ketahanan diri, sehingga rasa tidak enak hati bisa disampaikan dengan jelas. Kecakapan komunikasi juga membantu menyampaikan harapan, jika kembali berhadapan dengan masalah yang bikin marah,” kata Vero, Jumat (16/11/2018).

Selain kecakapan komunikasi, Vero juga menekankan pentingnya pengendalian emosi. Kontrol emosi memungkinkan kepala tetap jenih untuk mengetahui pesan yang ingin disampaikan ketika marah. Selanjutnya kedua belah pihak harus memperbaiki diri supaya tak lagi memancing rasa marah.

HS diketahui masih punya ikatan keluarga dengan keluarga keluarga korban Daperum Nainggolan. HS adalah saudara istri Daperum, Maya Boru Ambarita. HS masih sempat menidurkan kedua anak pasangan suami istri tersebut sebelum menjalankan pembunuhan.

(dtk/fds)

Komentar Facebook



Loading...
To Top