OLAHRAGA

PSMS Gagal Menang dari Madura United, Ini Alasan Peter Butler

Gol tendangan salto pemain PSMS Medan, Felipe Martin Dos Santos menyelamatkan PSMS dari kekalahan saat menjamu Madura United di Stadion Teladan, Sabtu (17/11).(ist)

PUBLIKA.CO.ID- Bertekad meraih poin sempurna dari Madura United saat bentrok di Stadion Teladan Medan, Sabtu (17/11) sore, PSMS Medan hanya mampu berbagi poin dengan skor 3-3. Hasil tersebut membuat tim Ayam Kinantan harus kembali terpuruk di dasar klasemen sementara Liga 1 dengan 34 poin.

Mampu membalas tiga gol di 12 menit babak kedua berjalan, PSMS Medan gagal berbalik unggul pada pertandingan tersebut kendati punya cukup waktu. Pelatih PSMS Medan, Peter Butler mengatakan, kegagalan timnya meraih tiga poin lantaran strategi babak pertama yang salah. “Kita bikin masalah sendiri, di babak pertama kita bikin hara-kiri, suicide (bunuh diri). Tapi bagaimana tim kembali di babak kedua saya bangga sekali. Madura punya kualitas bagus, tapi kita ada karakter pemain yang mau fight,” ujarnya usai laga.

Baca juga:  Kepri Jaya Akhiri Perjuangan PSMS di Piala Indonesia

Kekalahan PSMS di babak pertama menurutnya juga terjadilantaran ada sejumlah pemain berkualitas di kubu tim berjuluk Sappe Kerrab. “Mereka punya kualitas, jangan lupa itu.  Pemain yang mahal sekali, PSMS tidak bisa bayar pemain seperti Zah Rahan, Samassa, Fabiano, mereka bagus dan bikin masalah,” ucapnya.

Awalnya kata Butler, dirinya mencoba bermain dengan pola 4-2-3-1 dengan mengandalkan pemain muda seperti Danie Pratama di lini belakang dan M Awi Slamet di bek sayap lantaran pemain seperti Reinaldo Lobo, Antoni Putro Nugroho, dan Shohei Matsunaga yang belum pulih betul. Namun hasilnya, PSMS kalah di pertarungan lini tengah yang dikawal Legimin Raharjo dkk. Apa lagi Zah Rahan mampu memainkan peran vital di laga tersebut. “Saya rasa hari ini kita hilang bola dalam midfield. Kita tidak ada kualitas seperti Madura United di lini tengah. Itu sebabnya akhirnya strategi di babak kedua saya ganti jadi 4-4-2,” ucapnya.

Baca juga:  Medan dan Sergai Sukses Mendominasi Kejurda R6 Arung Jeram Sumut

Diakui pelatih asal Inggris itu, kegagalan meraih kemenangan di kandang merupakan hal yang tidak diinginkan. Tetapi, perjuangan timnya mengembalikan keadaaan setelah tertinggal 0-3 di babak pertama sangat impresif.

Serangan dengan intensitas tinggi tersebut menurut Butler menguras energi pemain sehingga tidak bisa menciptakan gol lagi untuk menghasilkan kemenangan bagi The Killer-julukan lain PSMS Medan. “di babak kedua kita fight. Kita guna banyak energy bikin dari 3-0 ke 3-3. Mungkiin itu yang membuat pemain capek 15 atau 10 menit menit terakhir. Kita harus evaluasi. We live for another day (kita hidup untuk satu hari lain,” pungkasnya.

Baca juga:  Hadapi Kepri Jaya Momentum PSMS Move On

Sementara itu, Antoni Putro Nugroho bangga terhadap perjuangan timnya yang mampu mengimbangi kendati lebih dulu kalah 0-3. “Alhamdulilah bisa seri dari 3-0. Maaf belum bisa raih kemenaagan. Tapi kami akan  berjuang sampai selesai, masih ada empat pertandingan lagi,” ucapnya.(Syukri Amal).

Komentar Facebook



Loading...
To Top