Nusantara

Polres Batubara Inisiasi Sinergitas Pembangunan Daerah

PUBLIKA.CO.ID – Polres Batubara bekerjasama dengan mahasiswa Program Doktoral Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) menggelar Forum Grup Discussion (FGD), Sabtu (17/11/2018). Langkah ini upaya Polres Batubara menginisiasi sinergitas pembangunan daerah yang sejahtera berjaya.

Kapolres Batubara, AKBP Robinson Simatupang melalui Wakil Kepala Polres Batubara, Komisaris Polisi (Kompol) Herwansyah Putra, M.Si, mengatakan, sinergitas dengan berbagai pihak sangat diperlukan dalam mengawal pembangunan daerah. “Kali ini kami mengajak kalangan akademisi bersinergi untuk berbagi pengetahuan dalam penguatan pembangunan daerah,” kata Wakapolres.

Dalam FGD itu dihadirkan pembicara Dr Muhammad Habibi Siregar, MA (Dosen UINSU). Hadir juga mahasiswa program doktoral KPI UINSU yang juga akademisi dari sejumlah kampus antara lain, Abdul Hafiz Harahap dan Mukhlis (USU); Indira FD Peranginangin dan Fakhrur Rozi (UINSU); Mauludi, Risna Dewi, Teuku Alfiady (Universitas Malikulsaleh, Aceh), Bahtiar (IAIN Cot Zhawiyah Langsa), Luthfi Basit dan Abrar Adhani (UMSU), Syaiful Mukmin (Kepala Sekolah SMKN 1 Barumun), Amiruddin (Dosen STAI di Aceh Utara) dan Ahmad Rudi Sihaloho (Biro SDM Poldasu).

Baca juga:  FAJI Sumut 2018 – 2022 Dilantik, Usung Misi Prestasi dan Penyelamatan Lingkungan Sungai

Dalam paparannya, Wakapolres Batubara, Kompol Herwansyah Putra, mengatakan, Kabupaten Batubara merupakan daerah potensial dengan masyarakat yang religius dan majemuk. Sejumlah persoalan keamanan dan pembangunan juga ditemukan. “Sama seperti daerah lain, masalah pembangunan selalu ada, dan itu harus ditangani bersama oleh semua pemangku kepentingan, termasuk Polres Batubara,” kata Herwansyah.

Dari sisi keamanan dan kriminalitas, Polres Batubara mendapatkan sejumlah kejahatan seperti pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan hingga pencurian kendaraan bermotor. “Tapi dalam dua bulan terakhir, tahanan di Polres Batubara ini diisi hampir 90% oleh pelaku kejahatan narkoba. Ini adalah masalah yang harus ditangani secara maksimal,” ujarnya.

Baca juga:  Samsir Pohan: Rakyat Pekebun Kelapa Sawit Di Labuhanbatu Raya Harus Kuat!

Dr Muhammad Habibi Siregar, mengatakan, pembangunan daerah harus didukung dengan pembangunan spiritual yang mumpuni. Persoalan narkoba misalnya, harus juga dideteksi apa yang memicu kejahatan itu terus terjadi. Banyak riset menemukan, persoalan ekonomi, rendahnya pengetahuan agama, serta rendahnya kualitas komunikasi dalam keluarga, menjadi pemicu seseorang terlibat narkoba.

“Dengan itu, maka sinergitas semua pihak termasuk kepolisian, pemerintah daerah, akademisi, ulama dan tokoh masyarakat menjadi penting dalam menjauhkan masyarakat Batubara dari narkoba. Termasuk juga penguatan spritualitas masyarakatnya,” ujar Habibi.

Fakta bahwa Batubara adalah kabupaten dengan wilayah laut yang lebih panjang dari pada daratnya, menjadikan kabupaten ini sebagai wilayah yang rentan sebagai pintu masuk narkoba dari Malaysia. “Polres Batubara harus memperkuat personelnya mengawasi ini. Tapi polisi saja tidak cukup, masyarakat kami dorong untuk sama-sama menghempang narkoba di Batubara,” ungkapnya.

Baca juga:  BKKBN Sumut: Angka Remaja Jadi Ibu di Kota Lebih Tinggi dari Desa

Akademisi UINSU, Indira FD Peranginangin, menambahkan, kegiatan Polres Batubara dalam menginisiasi sinergitas pembangunan daerah dengan masyarakat cukup baik. Aktivitas Subuh Keliling (Suling) dan Kombur-Kombur yang digagas Polres Batubara, merupakan cara yang cukup baik menjaring aspirasi masyarakat. “Kami apresisasi jajaran Polres Batubara, dengan programnya yang secara langsung juga membantu Pemkab Batubara. Pemkab harus serius merespon kerja-kerja bersama semacam ini,” kata Indira.

Dalam FGD itu, direkomendasikan sejumlah hal. Antara lian, usulan pembentukan Satuan Polisi Air di Polres Batubara, karena selama ini masih masih berupa Unit Polisi Air (di bawah komando Ditpol Air Polda Sumut), untuk memaksimalkan kerja pengawasan wilayah laut.

Editor: Asmojoyo

Komentar Facebook



Loading...
To Top