Nusantara

Peringati Hari Anak Sedunia, Hinca Panjaitan: Anak adalah Harta yang Paling Berharga

PUBLIKA.CO.ID- Tanggal 20 November, Selasa kemarin adalah peringatan Hari Anak Sedunia. Ini pertama kali diresmikan di Inggris pada 1954 oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Adanya Hari Anak Sedunia bertujuan untuk membangun semangat kebersamaan dunia internasional untuk meningkatkan kesejahteraan anak-anak. PBB pun kemudian menerapkan berbagai hak anak yang diatur dalam berbagai aturan.

Memperingati hal tersebut, Hinca Panjaitan, Calon Anggota DPR RI daerah pemilihan Sumatera Utara (Sumut) III mengatakan bahwa anak adalah rezeki amat berharga yang diberikan Sang Pencipta. Baginya anak merupakan sumber kebahagiaan yang tak dapat ditukar dengan sesuatu apapun.

Baca juga:  Wah, Ustad Tengku Zulkarnain Semarakkan Tablig Akbar Masjid Noer Ida Deliserdang

“Siapa yang tidak bahagia ketika diberi anak oleh Tuhan? Mendengar kabar kehadirannya, menjaganya sejak dalam kandungan, menikmati masa kecilnya yang ceria, hingga membesarkannya adalah kenikmatan tersendiri bagi kita sebagai orangtua. Anak adalah sumber kebahagiaan setiap keluarga,” ungkap Hinca saat dihubungi wartawan, Rabu (21/11/2018).

Karenanya ayah tiga anak ini menambahkan, menjaga perkembangan dan tumbuh kembang anak sangat penting tidak hanya dalam keluarga, namun juga bagi kehidupan bernegara. Sebab di tangan merekalah pengelolaan bangsa ini akan berlanjut.

Baca juga:  Dorong Sumatera Utara Aerotropolis 2024, HMI Sumut Gelar Seminar Nasional

“Negara harus juga menjamin keberlangsungan generasi penerus kita dengan baik. Baik kesehatannya, pendidikan, karakter dan moral, hingga penyaluran bakat mereka sesuai dengan kemampuannya,” beber Sekjen DPP Partai Demokrat tersebut.

Seperti filosofi Batak, bagi Hinca negara harus memperlakukan anak-anak sebagai aset yang paling berharga. Jangan hanya gembar-gembor Sumber Daya Alam (SDA) yang berlimpah, negara juga wajib membangun kualitas anak-anak dengan baik.

Baca juga:  Terindikasi Korupsi, Warga Laporkan Oknum Kepala Desa Ke Kejati Sumut

“Kata orang Batak, anakkon hi do hamoraon di au. Anakku, itulah hartaku. Negara harus menganggap anak-anak kita sebagai harta yang tak kalah berharganya dibanding kekayaan alam,” pungkas ayah tiga anak tersebut.

Editor: Asmojoyo

Komentar Facebook



Loading...
To Top