Nusantara

Sumut Juara Umum Olimpiade Pencinta Quran Tingkat Nasional 2018

Kontingen asal Sumut yang meraih juara di OPQ 2018, Lombok, baru-baru ini.(ist)

MEDAN-Prestasi membanggakan ditorehkan Kontingen Sumatera Utara (Sumut) yang mengikuti Olimpiade Pencinta Quran (OPQ) di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berlangsung 15-18 November 2018 dengan menjadi juara umum.

Menjadi yang terbaik pada ajang yang diikuti 22 provinsi dan perwakilan dari Mesir, kontingen Sumut meraih tiga medali emas dan satu perunggu. Tiga emas atau juara satu masing-masing diraih pada kategori MTQ laki-laki dewasa atas nama Muhammad Rizky Dermawan, Muhammad Hafizh Al Ihsan (Musabaqah Hifzil Quran atau MHQ) kategori anak-anak, Irham Dongoran (Tafsir Quran Bahasa Arab), dan satu juara ketiga diraih oleh Syifa Audifa pada kategori MTQ perempuan dewasa.

Ketua One Day One Juz (ODOJ) Sumut, Aditya Vidyantara mengatakan, pencapaian ini di luar ekspektasi, karena pada OPQ I di Bekasi dua tahun lalu, Sumut tidak meraih juara. Sumut saat keberangkatan berkekuatan 7 orang dengan dua pendamping. Kontingen Sumut sendiri baru tiba di Medan, kemarin.

Baca juga:  Terindikasi Korupsi, Warga Laporkan Oknum Kepala Desa Ke Kejati Sumut

“Di luar ekspektasi, karena kita (Sumut) benar-benar tidak diunggulkan atau underdog, dan kontingen paling apa adanya. Kita enggak ada sponsor, dan hanya bantuan dari teman-teman saja,” ujarnya, di sela-sela peresmian Musala Al Mualaf di Komplek J City, Selasa (20/11).

Aditya menjelaskan, OPQ merupakan event yang diselenggarakan komunitas ODOJ yang usianya sudah lima tahun.  “Yang dikompetisikan di sini hampir mirip dengan MTQ. Jadi ada lomba tilawah quran, Hifzil Quran dan ada tafsir quran. Ada tiga lomba dengan delapan kategori yang diperlombakan. Alhamdulillah Sumut dapat juara umum,” bebernya.

Baca juga:  Badko HMI Sumut Kritik Kapolda Soal Mutasi 17 Anggota Polisi Yang Amankan Sabu-sabu

Dia menjelaskan kontingen Sumut yang berangkat ke Lombok telah melalui seleksi. Dari proses seleksi, terpilih delapan orang, kendati akhirnya hanya tujuh orang yang berangkat. “OPQ ini harusnya diadakan di Bulan September, qadarullahnya mundur di bulan November, karena ada situasi gempa yang tidak kita duga. Jadi ada hikmahnya juga ketika diundur. Ada persiapan  yang lebih panjang dari teman-teman. Dan, sebagian mereka peserta sudah sering ikut kompetisi juga, mentalnya sudah terlatih. Kita enggak menduga mereka bisa memberikan gelar terbaik dan mengharumkan Sumut,” bebernya.

Baca juga:  Berdamai, Kemitraan Sabar Sitorus-H Arbie Barlanjut

Namun, di tengah pencapain apik ini, sangat minim pemberitaan. Apalagi, Adit menyebutkan pihaknya belum benar-benar masuk ke pemerintahan untuk bersilaturahim. “Kita masih bayi, balita, segan untuk silaturahim,” ungkapnya.

Kabar baiknya, salah seorang peserta yang juara 1 sebelum keberangkatannya sempat menemui Wakil Gubernur Sumut,  Musa Rajekshah. “Mungkin pihak Pemprov hanya mendengar samar-samar (berita juara ini). Kami juga belum silaturahim, insya Allah adanya kabar ini bisa menguatkan ke sana. Paling tidak, ada yang dibaanggakan,” ucapnya.

Adit menjelaskan, saat ini ODOJ Sumut telah memiliki delapan perwakilan, yakni di Medan, Deliserdang, Binjai-Langkat, Sergai-Tebingtinggi, Padangsidimpuan, Siantar-Simalungun, Batubara dan Kisaran,” pungkasnya.(Syukri Amal)

Komentar Facebook



Loading...
To Top