Peristiwa

Gara-gara Dendam, Situmorang Nekat Membakar Sudirman di Lapangan Reformasi

Ilustrasi Terbakar

PUBLIKA.CO.ID – Sejumlah Warga Jalan Letda Sujono persis di lapangan Reformasi tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang digegerkan dengan kejadian seorang pria yang dibakar hidup-hidup pada Jumat (23/11) malam.

Menurut informasi korban bernama Sudirman (35) alias Pai warga Desa Tumpatan Nibung Gang, Tanom Batang Kuis, yang berprofesi sebagai penjaga malam di supermarket.

Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Faidil Zikri mengatakan pelaku bernama Benjonson Situmorang sakit hati terhadap Sudirman.

”Sekitar pukul 18:30 WIB, saksi atas nama Marolop E.Manik (27) bertugas sebagai satpam warga Jalan pasar IX, Desa Bandar Kelipa, Kecamatan Percut Sei Tuan, saat itu melihat pelaku berjalan sedang membawa botol Aqua berisi bensin dan martil,” Ungkapnya.

Dia juga menjelaskan awal dari kejadian tersebut, saat itu Marolop bertanya pada pelaku untuk apa bawa bensin dan martil.” Selanjutnya dijawab oleh pelaku untuk mematikan si Pai itu diajarinya pula istriku nyabu,” sambil menirukan ucapan Benjonson Situmorang.

Tak selang beberapa menit kemudian marlop mendengar suara jeritan sontak terdengar dari dilapangan reformasi.

Baca juga:  Mahasiswa STIKP Rayakan Natal untuk Memaknai Arti Perbedaan

Penasaran mendengar suara jeritan kesakitan tersebut, Marolop langsung mencari asal sumber suara dan pada saat tiba di lokasi kejadian, Marolop melihat Pai sudah tergeletak saat itu pelaku sedang berada di dekat Pai yang sudah tergeletak dan tak berdaya lagi, selanjutnya pelaku langsung menyiramkan bensin yang dibawanya tadi ketubuh Pai, lalu membakarnya dengan menggunakan korek api, korbanpun langsung menggelupur menahan rasa sakit yang luar biasa lantaran seluruh tubuhnya hampir dijilat kobaran api yang sedang marak.

Melihat korban meregang nyawa Benjonson Situmorang langsung melarikan diri, selanjutnya Marolop yang menyaksikan kejadian itu bersama warga setempat langsung memberikan pertolongan dengan menyiram tubuh Pai yang telah melepuh dengan air comberan.

Pihak kepolisian sektor Percut Sei Tuan yang mendengar adanya peristiwa penganiayaan dengan cara membakar korbanya langsung menuju TKP dan bersama warga setempat pihaknya langsung mengevakuasi korban kerumah sakit Citra Medica.

“Mungkin karena tingkat luka bakar yang hampir mencapai 80 persen akhirnya korban dirujuk kembali ke rumah sakit Pringadi Medan,” jelas kapolsek.

Baca juga:  Wali Kota Binjai Serahkan Bantuan Operasional untuk 445 Guru Madrasah

Atas kejadian tersebut polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa martil, botol Aqua plastik yang hampir habis terbakar yang digunakan pelaku untuk membawa bensin.

“Saat ini korban telah dilarikan ke RS Pringadi untuk mendapatkan perawatan medis,saya harap keluarga korban mau membuat laporan polisi atas kejadian ini,” pungkasnya.

Berhasil Diringkus di Lampung

Tidak sampai 24 jam, Benjonson Situmorang (39) warga asal Prinseu, Kecamatan Gading Rejo, Bandar Lampung yang menetap di kawasan Pasar 9 Tembung berhasil diamankan Petugas kepolisian Unit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan pada sabtu (24/11) dini hari.

Tersangka berhasil ditemukan oleh sejumlah warga setempat yang mengetahui keberadaannya, selanjutnya salah satu warga pun memberikan informasi tersebut kepihak Polsek Percut Sei Tuan guna mengantisipasi amukan massa.

Sementara itu korban penganiayaan dengan cara dibakar, Sudirman alias Pai (35) warga Batang Kuis, Desa Tumpatan Nibung, Gang Tanom, Kecamatan Batang Kuis, akhirnya menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit Pringadi Medan.

Hal itu pun, disampaikan, FA (29) salah seorang kerabat dan warga disana yang hingga saat ini masih menunggu kedatangan jenazah korban dari rumah sakit Adam Malik Medan, menuju rumah duka.

Baca juga:  Nekat Cabuli Kakak Ipar, Peradilan Ditangkap Polisi

“Waktu kejadian, korban langsung dilarikan ke RS Citra Medika yang di Pasar 9 Tembung, lalu dibawa ke RS Pringadi Medan dan dirujuk lagi ke RS Adam Malik. Disitulah meninggalnya tadi sekitar pukul 09.00 WIB pagi,” jelas FA kepada wartawan.

Menurut pengakuan FA yang mengaku jika korban dianggap sepupu dan anak angkat ayahnya, alasan pelaku menghabisi nyawa korban secara tak manusiawi itu dianggap tidak benar. Dimana pelaku mengaku merasa sakit hati kepada korban yang sudah dikenalnya lama lantaran istri pelaku berinisial CA (29) diajak oleh korban untuk menggunakan narkoba jenis sabu.

“Alasannya itu gak masuk akal bang, karena pelaku yang penyabu , tapi kalau karena cemburu mungkin iya.

Pelaku pun pernah bermasalah, makanya dia lari ke kampungnya di Lampung. Karena dia bukan orang sini,” ungkapnya saat diwawancarai wartawan.

Penulis: Kartik Byma

Komentar Facebook



Loading...
To Top