OLAHRAGA

Ini Alasan Kenapa Laga PSMS Kontra Persebaya Harus Ditonton

Gambar Disunting dengan Canva

PUBLIKA.CO.ID- Sabtu (1/12) mendatang menjadi salah satu hari paling bersejarah bagi PSMS Medan. Pasalnya, hasil pertandingan kontra lawan yang bakal dihadapi, Persebaya Surabaya di Stadion Teladan Medan bakal menjadi penentu langkah PSMS Medan selanjutnya di Liga 1 2018.

Kalah atau seri, kendati asa lolos dari jeratan zona degradasi tetap ada, namun menjadi sangat kecil. Tim besutan pelatih Peter Butler tersebut terpaksa bergantung pada hasil pertandingan empat tim lain penghuni zona panas papan bawah, sembari harus meraih hasil maksimal di dua laga sisa.

Selain hasil, marwah PSMS Medan juga dipertaruhkan di laga yang digelar mulai pukul 18.30 WIB tersebut. PSMS yang sebelumnya mendepak sang pelatih, Djadjang Nurdjaman, tidak ingin kalah oleh tim yang kini dibesut “sang mantan”. Sementara Djanur, bagaikan Buah Simalakama, di satu sisi ingin mengalahkan mantan tim yang promosi ke Liga 1 ketika diarsitekinya, di sisi lain juga tidak ingin membuat tim yang sudah dia promosikan harus kembali ke liga kasta kedua musim mendatang.

Baca juga:  Laga PSM Kontra PSMS, Pertaruhan Final Dua Ayam Jantan

Alasan lain, kedua tim yang sama-sama memiliki jersey kebesaran berwarna hijau, sudah saling mengalahkan sejak era perserikatan. Namun, di balik berbagai macam spekulasi yang bermunculan jelang laga tersebut, hal paling penting disoroti yakni lini belakang PSMS Medan yang bakal menghadapi striker paling subur di Liga 1 2018, David Silva, yang kini mengoleksi 20 gol. Pasalnya, harapan untuk bisa bangkit berbanding terbalik dengan rapuhnya lini belakang yang saat ini sudah kebobolan 61 gol atau kebbolan paling banyak di antara tim liga 1 lainnya .

Menanggapi hal itu, Peter Butler tampaknya tidak terlalu kuatir. Kendati minus Reinaldo Lobo saat menghadapi Bledug Ijo atau Bajul Ijo-julukan Persebaya- dia mengaku optimistis, duet bek muda, Rony Fatahillah dan Danie Pratama cukup kuat untuk membendung serangan lawan.

Baca juga:  Laga Pamungkas Hadapi PSM, Ini Strategi PSMS Tambal Slot Pemain Absen

“Ada satu dua pemain yang bagus di kubu lawan seperti Simic (Marco Simic) dating ke sini, Rony main sangat baik.  Spasojevic (Ilija), Lloris (Arnaud) untuk Lamongan (Persela), banyak pemain yang punya kualitas, kita pergi (ikuti) gayanya (gaya permainan). Ada Ezeqhiel (N’Douassel)  pemain bintang untuk Persib,,Rony dan Danie main sangat baik. Lagi pula saya tidak bisa fokus satu orang saja untuk kita jaga. Kita ada game plan, ada rencana. Kita tahu pertandingan ini cukup final,  game besar,” kata Peter, Rabu (28/11).

Selain persiapan taktik dan strategi,tanggung jawab pemain juga menjadi penentu hasil pertandingan. Apa lagi, pasca ditangani Djanur-sapaan Djadjang Nurdjaman- Persebaya menjadi tim kuat dengan raihan empat kemenangan beruntun di laga sebelumnya. Pelatih yang pernah membesut Persipura Jayapura tersebut mengatakan, seperti dia yang tetap semangat untuk terus berjuang bagi PSMS Medan, harapan yang sama juga dia harapkan tertanam di hati setiap pemainnya.

Baca juga:  Edy: Jangan Kalian Ganggu PSSI Hanya Gara-Gara Edy tak Seperahu

“Mereka (pemain) tahu saya saya fight hingga menit terakhir pertadingan di pertandingan terakhr. Ketika ada situasi seperti ini, semua pemain harus ambil tanggung jawab. Mereka harus tahu, kalau mereka sedih karena saya kritik di ruang ganti atau di media, silahkan pulang. Anda tidak cukup bagus di sini karena saya mau man (pria) yang ada hati besar, yang mau fight. Saya tidak mau pemain yang sedih untuk sendiri, orang Medan tidak mau orang seperti itu,” ucapnya.(Syukri Amal)

Komentar Facebook



Loading...
To Top