Headlines

Korban Mulai Berjatuhan, BBKSDA “Kekeuh” tidak Pindahkan Buaya dari Sungai di Natal

penampakan buaya di pinggir sungai.(pencarian google)

PUBLIKA.CO.ID- Kendati keberadaan buaya di sungai di Kecamatan Natal, Mandailing Natal (Madina), Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut Wilayah III mengaku tidak akan melakukan evakuasi atau pemindahan terhadap buaya-buaya tersebut.

Loading...

Kepala Bidang KSDA BBKSDA Sumut Wilayah III  Sidimpuan, Gunawan Alza mengatakan, pihaknya tidak akan memindahkan buaya dari Sungai Kunkun dan Sungai Natal di Kecamatan Natal lantaran lokasi tersebut merupakan habitat buaya. “Karena habitatnya di situ, kita tidak mungkin pindahkan. Kecuali memang satu ekor, ini banyak di situ,” ujar Gunawan Alza kepada Publika, Rabu (28/11).

Baca juga:  Hemat Bahan Bakar, 310 Konverter Kit di Salurkan Ke Nelayan Labuhanbatu

Namun, sebagai langkah antisipasi meminimilasir kemungkinan semakin banyak korban yang berjatuhan, BBKSDA Sumut Wilayah III akan bekerja sama dengan pemerintah daerah. “Kita tetap bekerja sama dengan pemerintah daerah baik itu kecamatan terus memberikan informasi agar  warga mengurangi aktivitas di sepanjang sungai,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga akan memperbanyak jumlah pamflet berisi larangan dan peringatan kepada warga. “Kita juga akan buat lagi pamflet larangan-larangan karena kan memang aktivitas masyarakat banyak di sungai itu. Kita juga mengimbau untuk tidak melaksanakan aktivitas di situ,” ungkapnya.

Baca juga:  Percepatan Produksi Kopi Sebagai Potensi Unggulan Tabagsel

Terpisah, Sekretaris Komisi D DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan, juga ikut berkomentar terkait insiden tewasnya warga lantaran diserang buaya. “Kita sangat prihatin dan menyampaikan turut berdukacita atas peristiwa ini. Kita menghadapi berbagai peristiwa yang diyakini berkaitan dengan keseimbangan alam yang terganggu.

Kita masih belum lupa, bagaimana hadirnya harimau yang juga menewaskan warga, lalu kemudian harimau tersebut juga tewas oleh manusiaLalu peristiwa banjir dan tanah longsor yang merenggut nyawa manusia. Lalu hari ini, seorang ibu yang sehari hari menggunakan sungai untuk mencuci pakaian, tewas dimangsa buaya,” ujarnya kepada Publika, Rabu (28/11).

Baca juga:  Solid Dukung Yadi Hendriana, Ini Pernyataan Sikap IJTI Sumut

Sutrisno mendesak BBKSDA untuk melakukan upaya konkret agar kejadian serupa tidak lagi terulang. “Kita minta BBKSDA segera melakukan langkah konkret terkait sungai-sungai yang dipakai manusia, dan berpotensi ada buaya. Papan pengumuman dan evakuasi buaya merupakan sebuah langkah alternatif, namun mengembalikan keseimbangan alam sebagai langkah yang lebih penting. Tuhan telah menciptakan semua makhluk hidup untuk hidup berdampingan, namun manusia sebagai ciptaan tertinggi yang memiliki akal justru menciptakan ketidakseimbangan,” pungkasnya.(Syukri Amal)

Loading...

Komentar Facebook

To Top