OLAHRAGA

Persebaya Kalah 0-4  dari PSMS, Djanur: Tidak Ada Kata Memberi dan Diberi

Pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman (foto) menepis isu pengaturan skor saat laga PSMS kontra Persebaya, Sabtu (1/12) malam lalu.(ist)

PUBLIKA.CO.ID- Kekalahan telak Persebaya 4-0 atas PSMS Medan di Stadion Teladan Medan, Sabtu (1/12) malam lalu membuat ketakutan Djadjang Nurdjaman, pelatih Persebaya, menjadi kenyataan.

Betapa tidak, berharap timnya bisa memenangkan pertandingan, tetapi kenyataannya harus kalah telak menghadapi tim yang sebelumnya pernah dia arsiteki. Sontak, kecurigaan bahkan tuduhan terjadi “main mata” digaungkan oknum-oknum kurang bertanggung jawab usai laga tersebut.

Menyikapi hal itu Djanur-sapaann-langsung mengklarifikasi usai pertandingan. “Saya ucapkan selamat kepada PSMS yang pada malam ini bisa memenangkan pertandingan. Dengan skor cukup telak, itu yang sangat disayangkan. Tentunya kami tidak mengira akan kalah sebanyak itu. Dan bisa kami tegaskan dalam hal ini, saya ingin menepis tanggapan orang bahwa anak-anak main dengan gentle, artinya tidak ada kata memberi dan diberi,” ujarnya didampingi pemain Persebaya, Ruben Karel Sanadi.

Baca juga:  Medan dan Sergai Sukses Mendominasi Kejurda R6 Arung Jeram Sumut

Diakuinya, pada pertandingan tersebut, punggawa Bajul Ijo-julukan Persebaya mendapat tekanan konstan dan tidak mampu keluar dari tekanan. “Tapi memang kami kalah. Dari start mereka (PSMS) udah cukup bagus, PSMS malam ini main bagus. Sedangkan kami tidak bisa keluar dari tekanan sehingga kami main di bawah performa, jauh di bawah performa tim,” ucapnya.

Djadjang kembali menegaskan, pihaknya yang berharap bisa menang untuk perebutan tempat ketiga di klasemen akhir tidak mungkin memberikan kemenangan kepada tim lawan. “Sekali lagi, tidak ada kata memberi dan diberi. Tolong jangan mentang-mentang saya bekas di sini, kemudian banyak yang minta ini, itu. Itu dikesampingkan. Betul-betul fair, di lapangan bisa dilihat tidak ada faktor kesengajaan dari tim kami yang ingin mengalah,” ungkapnya.

Baca juga:  Kepri Jaya Akhiri Perjuangan PSMS di Piala Indonesia

Menurutnya, Frets Buruan mampu menjelajahi sektor kanan Persebaya yang menjadi posisi paling lemah pada timnya di pertandingan tersebuy. “Mereka (PSMS) memberikan pressure duluan sehingga kami susah bangkit dan itu barangkali, sehingga lini pertahanan kami terutama sektor kanan yang dieksplor sama Frets Butuan, saya pikir itu yang menjadi titik atau banyak kesalahan di posisi itu,” bebernya.

Baca juga:  Ini Alasan Askot PSSI Medan Gelar Turnamen Sepakbola Tiga Kategori Usia

Selain timnya yang bermain di bawah performa, mantan pelatih Persib Bandung itu juga menilai, kepemimpinan wasit, Farid Hitaba, juga berat sebelah dengan keputusan yang beberapa kali merugikan David Silva dkk. “Kembali, wasit memimpin pertandingan tidak sesuai dengan harapan kami. Ada hal-hal yang cukup berat sebelah. Wajarlah kalau kami protes karena ada keputusan-keputusan yang merugikan kami,” ucapnya.(Syukri Amal)

Komentar Facebook



Loading...
To Top