Peristiwa

Nyamar Jadi Anggota Brimob, Aldo Diringkus Polisi

PUBLIKA.CO.ID- Aldo Zakaria Kinantan Sinaga warga Jalan Duyung Kelurahan Pandau Hulu II, Kecamatan Medan Area terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian Sektor Medan Area, lantaran penyamarannya sebagai anggota Brimob berpangkat AKP telah dicurgai.

Karena gerak- geriknya yang mencurigai salah satu petugas pun berhasil meringkusnya, sehingga dirinya pun diboyong ke Mako.

Pelaksana Harian (PLH) Kanit Reskrim Polsek Medan Area, Ipda Samsul Bahri, mengatakan, pria keturunan Tionghoa itu diamankan saat berada di Jalan M.H Thamrin, Medan, tepatnya sekira pukul 10.30 WIB.

Baca juga:  Banom Tuntut Pembekuan SK Ketua HIPMI PT Sumut Dibatalkan

Salah satu petugas melihat gerak-gerik pria itu tidak seperti seorang personel Brimob berpangkat perwira sehingga langsung diamankan dan diboyong ke Mako.

“Salah satu dari personil kita curiga ketika melihatnya dengan menggunakan seragam polisi Brimob berpangkat AKP, karena gerak geriknya yang mencurigakan Kita datangi dan saat dilakukan introgasi ternyata dia bukan polisi,” ungkapnya saat konfrensi Perss, Jumat (30/11/2018).

Dia pun menjelaskan, penampilanya Aldo memang tak seperti seorang perwira polisi. Kacamata tebal yang dikenakannya, serta dari tinggi badan dan tampang lugunya agaknya membantah kalau dirinya seorang polisi.

Baca juga:  Pembobol Mesin ATM BRI Diringkus Tim Pegasus Polrestabes Medan

Menurut Samsul, Zakaria diamankan ketika sedang berada di salah satu toko tepat di depan Thamrin Plaza,

“Jadi ketika diamankan, kami menemukan proposal permohonan bantuan ke klenteng yang dibawanya, tapi belum sempat proposal itu dimasukkan. Artinya, belum ada tindak pidana penipuan yang dilakukan pria ini dengan menggunakan seragam Brimob,” ujarnya.

Begitupun polisi masih melakukan pembinaan terhadap pria yang berprofesi sebagai penjual alat teknik ini.

Baca juga:  Mahasiswa STIKP Rayakan Natal untuk Memaknai Arti Perbedaan

“Meski belum ada tindak penipuan yang dilakukannya, kami tetap melakukan penyelidikan selama 1×24 jam apabila nanti ditemukan ada orang yang mengaku tertipu akibat ulahnya langsung kita proses, kami juga akan mengenakan wajib lapor kepadanya. Untuk itu, pasca penangkapan ini kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan orang yang mengaku polisi, apalagi meminta-minta uang,” pungkasnya.

Penulis: Kartik Byma

Komentar Facebook



Loading...
To Top