OLAHRAGA

Edy: Jangan Kalian Ganggu PSSI Hanya Gara-Gara Edy tak Seperahu

Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi (kanan) saat memberikan keterangan didampingi Sekjen PSSI, Ratu, Tisha, di Aula Kantor Gubernur Sumut, Rabu (5/12).(ist)

PUBLIKA.CO.ID- Edy Rahmayadi buka suara terkait banyaknya kritik dan desakan agar dirinya mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum Persatuan Sekpakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Di hadapan wartawan di Aula Raja Inal Kantor Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Rabu (5/12), pria yang menjabat Gubernur Sumut itu menegaskan tidak akan mundur sebagai ketua PSSI hingga jabatannya berakhir November 2020 mendatang.

Didampingi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha, mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) itu menyatakan, alasannya tidak mundur justru lantaran menerima tantangan mundur. “Sebenarnya saya mau turun, turun, tapi karena ditantang saya tidak mau,” ujarnya.

Baca juga:  Hadapi Kepri Jaya Momentum PSMS Move On

Menurutnya, desakan agar dia mundur dari jabatan sebagai orang nomor satu di PSSI itu dilakukan lawan politiknya. “Jangan kalian ganggu PSSI hanya gara-gara Edy tak seperahu. Sampai titik darah penghabisan saya akan laksanakan tugas amanat rakyat PSSI utuk berkibar di nusantara. Mengapa perlu saya bicara dalam silaturahmi ini, karena sudah 90 kali telepon, jumpa (media) ingin menanyakan tentang PSSI. Kan susah jawabnya, capek jawabnya, makanya saya beritahukan sekarang, jangan tanya-tanya lagi,” ucapnya.

Apa lagi kata dia, hingga saat ini, tidak ada aturan dalam statuta FIFA yang dia langgar, terkait rangkap jabatan baik Ketum PSSI, Gubenur Sumatera Utara dan Pembina Klub PSMS.

Baca juga:  Kepri Jaya Akhiri Perjuangan PSMS di Piala Indonesia

“Saya mundur jika melanggar statuta FIFA. Saat saya mau jadi gubernur di sini, saya mengajukan cuti ke FIFA. Apa jawaban FIFA? Tak ada dalam aturan FIFA tentang cuti. Saya bingung, ya udahlah yang penting saya tak mau mengikutkan kepentingan pribadi dengan PSSI,” ujarnya.

Dia juga menilai, desakan dia mundur sengaja dilakukan oleh segelintir orang yang tidak senang dia memimpin PSSI. “Saya mengerti, konflik ini, mereka mengkondisikan suporter untuk menimbulkan satu gejolak agar saya mundur. No!” tegasnya.

Dia juga mengisahkan ketika disumpah oleh Presiden RI saat pertama kali bertarung menjadi Ketum PSSI, dia bersedia lantaran tak ingin disangkutpautkan dengan politik. “Satu bukan saya jadi Ketua PSSI, sudah diancam orang saya, disuruh turun sampai sekarang,” tukasnya.

Baca juga:  Disanksi Lagi Untuk Penyalaan Suar, Total Denda PSMS Rp1 Miliar Lebih

Dia juga menceritakan soal desakan mundur itu juga terjadi di Sumut lewat penempelan poster di lapangan merdeka. Itu diketahuinya saat bawahannya menangkap seorang anak kecil yang menempel tulisan EdyOut tersebut. “Saya tahu siapa yang nyuruh, karena tak mau ribut saja. Karena saya gubernur, ribut sama orang begitu, tak punya akhlak,” katanya.(Syukri Amal)

Komentar Facebook



Loading...
To Top