Nusantara

30 Persen Ibu di Sumut Jarangkan Kelahiran Dengan Jarak 5 Tahun

PUBLIKA.CO.ID- Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional  (BKKBN) 2017 mencatat baru 30% jumlah ibu di Sumatera Utara (Sumut) yang menjarangkan kehamilan 60 bulan atau lima tahun.

Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Sumut, Temazaro Zega, di kantor BKKBN Perwakilan Sumu, Jumat (7/12). “Ada 30% yang menjarangkan kelahiran di atas 60 bulan atau sekitar 5 tahun lah,” ujarnya didamping Sekretaris BKKBN Perwakilan Sumut, Yusrizal dan Kasubbag Humas Ari Armawan.

Baca juga:  Badko HMI Sumut Kritik Kapolda Soal Mutasi 17 Anggota Polisi Yang Amankan Sabu-sabu

Di Sumut seperti juga di daerah lainnya, persentase jarak kehamilan cukup beragam kata Temazaro. Rinciannya, ada 20% yang menjarangakan kelahiran 24 bulan hingga 35 bulan. Ada sebanyak 17% yang menjarangkan kelahiran mulai 36 hingga 47 bulan. Untuk ibu yang menjarangkan angka kelahiran mulai 48 bulan hingga 59 bulan mencapai 13%. Sementara ada 8% ibu yang menjarangkan kelahiran dengan masa paling rendah.

“Ibu yang menjarangkan kelahiran antara 7 hingga 17 bulan jumlahnya 8%. BKKBN menargetkan jarak kelahiran itu antara 3 sampai 5 tahun, tapi masih ada yang di bawah itu,” kata Temazaro Zega.

Baca juga:  Berdamai, Kemitraan Sabar Sitorus-H Arbie Barlanjut

Salah satu upaya BKKBN untuk menjarangkan jarak kehamilan ibu atau kelahiran anak menurut Zega yaitu meminta para ibu muda menunda kehamilan mereka. “Orang erlanjur kawin belum cukup umur kita sosialisasikan agar kehamilanya ditunda,” ucapnya lagi.

Sayangnya di tengah berbagai upaya BKKBN untuk menyukseskan program pemerintah menekan angka kelahiran, salah satunya dengan adanya Kampung KB, Temazaro menyebut jumlah Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) sangat rendah atau hanya sekitar 900 orang di Sumut.

Baca juga:  Wah, Ustad Tengku Zulkarnain Semarakkan Tablig Akbar Masjid Noer Ida Deliserdang

“Sebelumnya, ada sekitar 1500 jumlah PLKB si Sumut. Tapi karena banyak yang pensiun, jumlahnya menurun jadi 900 orang. Selayaknya, setiap PLKB diperuntukkan bagi dua desa, namun sekarang hingga untuk lima desa,” ucapnya. Namun kata dia, sebagai langkah lain, BKKBN Sumut akan akan terus mengintensifkan pembinaan agar penggunaan kontrasepsi terus berlanjut.(Syukri Amal)

Komentar Facebook



Loading...
To Top