OLAHRAGA

Laga PSM Kontra PSMS, Pertaruhan Final Dua Ayam Jantan

Pemain bertahan PSMS Medan, Alexandros Tanidis berlatih dengan rekan setimnya di lapangan Stadion Andi Mattalatta, Sabtu (8/12) pagi, jelang laga kontra PSM Makassar.(ist)

PUBLIKA.CO.ID- Laga pamungkas atau pekan ke 34 Liga 1 2018 antara PSM Makassar menghadapi PSMS Medan di Stadion Andi Mattalatta Matoanging, Makassar, Minggu (9/12) sore, menjadi pertandingan yang sayang untuk dilewatkan.

Pertarungan dua Jago yang sedang lapar, Tim Ayam Jantan dari Timur-julukan PSM-menghadapi Ayam Kinantan-julukan PSMS-diprediksi berlangsung seru. Pasalnya, kendati beda tujuan, kedua tim sama-sama mengincar kemenangan. Bagi PSM, kemenangan membuka jalan untuk merengkuh trofi juara Liga 1 jika di laga terakhir di hari yang sama, Mitra Kukar bisa mengalahkan Persija di kandang.

Baca juga:  Ratusan Suporter dan Mitra “Panaskan” Gojek Nobar PSMS Kontra PS Tira

Sedangkan bagi PSMS Medan, kemenangan akan membuka jalan keluar dari zona degradasi, asalkan, minimal tiga dari empat tim penghuni papan bawah lainnya juga kalah di laga pamungkas. Pelatih PSMS Medan, Peter Butler, mengatakan, masih ada peluang bagi PSMS untuk tetap bisa merasakan atmosfer Liga 1 musim mendatang.

“Kita masih fight untuk pertandingan menit terakhir. Saya tidak mau bicara buat degradasi. Saya pikir kita masih ada oportunitas (kesempatan),” ujarnya saat sesi temu pers jelang pertandingan, Sabtu (8/12).

Kehilangan tiga pemain penting macam Shohei Matsunaga, Frets Butuan dan Rony Fatahillah, memang cukup mengganggu konsentrasi PSMS Medan jelang laga tersebut. Peter Butler harus memaksimalkan skuad yang ada dan memanfaatkan kecepatan pemainnya.

Baca juga:  Pulang ke Medan Usai Trial di Eropa, Firza Tunggu Hasil

“Kita lihat ke hadapan untuk besok, pertandingan terakhir. Tadi pagi ada latihan terakhir sama pemain. Sangat bagus bagaimana mereka kerja selalu kasih 100%,” ucapnya.

Diakuinya, PSM merupakan tim yang diisi sejumlah materi pemain berpengalaman merupakan lawan yang sulit. Namun, dengan semangat pantang menyerah yang diperlihatkan pemainnya, rasa optimisme itu tetap terbuka.

Peter justru lebih khawatir, wasit, sang pengadil dalam pertandingan, justru menjadi penyebab kekalahan, khususnya bagi PSMS Medan. “Kalau ada wasit seperti kemarin (saat PSMS menghadapi PS Tira), besok pasti ada masalah,” katanya.

Baca juga:  Edy: Jangan Kalian Ganggu PSSI Hanya Gara-Gara Edy tak Seperahu

Sementara, gelandang muda PSMS, Abdul Aziz, mengaku timnya tetap optimistis menatap pertandingan besok (Minggu 9/12). “Pemain tentunya tidak akan kehilangan semangat atau kehilangan motivasi karena lawan PSM kita bisa punya kesempatan keluar dari zona degradasi. Kita kan main semaksimal mungkin,” ucapnya.(Syukri Amal)

Komentar Facebook



Loading...
To Top