Serbaneka

Perkenalkan Video Clip Single di Lima Kota, The Nuna Sapa Medan

Hanna Pagiet (kanan) dan Wisnu Bangun (kanan) The Nuna, saat menyanyikan tembang ber-genre DBM, Pasti Berlalu, Kamis (6/12) malam lalu.(Syukri Amal)

PUBLIKA.CO.ID- The Nuna, duo yang terdiri dari Musikus (arranger dan vokalis/pencipta lagu) Wisnu Bangun dan Hanna Pagiet menggelar roadshow memperkenalkan video clip dari single, Pasti Terganti yang merupakan garapan beberapa sineas muda Sumatera Utara (Sumut).

Road show tersebut digelar di lima kota, salah satunya Medan yang menjadi kawasan pertama dimulainya kegiatan tersebut. Bertempat di d’Caldera Coffee di Jalan Sisingamangaraja XII Medan, Kamis (6/12) malam lalu, sejumlah pegiat seni dan budaya menyampaikan tanggapan mengenai video clip dan lagu tersebut.

Budayawan muda Sumatera Utara (Sumut), Arief Ahmad Tarigan menyebut, The Nuna, duo musisi asal Sumut menjadi pengusung music bergenre Digital Ballad Music (DBM) yang pertama di Indonesia.

“DBM di Indonesia yang pertama ada di Medan adalah The Nuna. Saya bisa garansi itu. Untuk publik seni Medan khususnya, The Nuna hari ini hadir mewarnai blantika musik di tanah air,” ujarnya saat sharing session pada event yang rencannya digelar di lima kota di Sumut itu.

Arief menambahkan, kolaborasi Musikus (arranger dan vokalis/pencipta lagu) Wisnu Bangun dan Hanna Pagiet tersebut menghasilkan perpaduan unik Hanna Pagiet yang memiliki vokal seperti Sheryl Crow dan Wisnu dengan musik mirip Club Eighties. “Hanna yang biasanya main gitar, nyanyi country/blue, bersama Wisnu gimana jadinya? Ternyata menarik. Terus, EDM (electric dance music) dengan penyanyi yang matang, itu merupakan tantangan bagi The Nuna,” kata Arief.

Selain itu, pada roadshow tersebut, The Nuna memperkenalkan video klip single pertamanya berjudul Pasti Terganti yang video klipnya disutradarai Ony Kresnawan, Koordinator Komite Film De­wan Kesenian Sumatera Utara (DKSU) bersama sineas muda Ori Semloko dan lainnya.

Para undangan Road Show The Nuna di Medan menonton video flip lagu milik Duo tersebut, Pasti Terganti.(Syukri Amal)

Sementara Hanna Pagit mengatakan, The Nuna yang terbentuk di April 2018, ingin menyajikan sebuah alunan musik yang bisa untuk dinikmati. “Dengan Wisnu sudah saling kenal lama. Awalnya masing-masing bermusik sendiri. Lalu kamu putuskan untuk membentuk The Nuna ini,” ujarnya diamini Wisnu.

Memasukkan alunan kulcapi, alat musik khas Karo pada single Pasti Terganti, Hanna menceritakan, pada bagian yang diisi petikan kulcapi tersebut awalnya belum diisi musik lain. Selanjutnya kulcapi dipilih untuk memasukkan unsur music etnik yang dimainkan musisi Refin.”Bagian kulcapi masih kosong. Kami mikir diisi apa biar gak kelihatan kosong lalu inisiatif kasih kulcapi, ternyata asyik. Lagu itu jadi makin specialized jadi warna berbeda,” katanya.

Usai mengaransemen lagu, selanjutnya mereka berinisiatif membuat video klip yang ingin dibuar dengan yang standar bagus. “Ada rasa sakit saat orang di luar Medan sana bilang musik daerah punya level yang beda dengan pusat. Menurutku itu tantangan bisa buat paling gak kalian suka apa yang aku bikin. Dari situ nama bang Ony (Kresnawan) langsung muncul di kepalaku,” bebernya.

Dikerjakan sekitar 20 orang termasuk talent anak-anak sebagai bintang video clip tersebut, lokasi pengambilan gambar dilakukan di salah satu lokasi Berastagi.Bersyukur kata Hanna, harapan membuat video clip tersebut direspons penggiat seni di dari Medan.

Sementara itu Ony Kresnawan menceritakan, perkenalannya dengan The Nuna terjadi dua bulan silam. Oni mengaku akhirnya tertarik menggarap video clip tersebut lantaran mengandung unsur musik etnis kendati datang dengan dana terbatas.

“Jadi roadshow ini semacam memberikan virus-virus cinta kepada orang lokal. Daerah masing-masing punya karakter yang berbeda. Pengen naik kelas secara garapan sinematografi, buat yang standar dan punya kearifan lokal. Seperti The Nuna yang ada kulcapinya,” ucap Ony yang juga menyudtradarai video clip OST Haji Asrama berjudul HaJi (Hati dan Jiwa) itu.

Setelah di-publish, kata Ony, komentar masyarakat beragam. tidak sedikit yang menduga video clip itu dibuat oleh sineas asal Jakarta. Selain The Nuna, Ony berharap, ke depan semakin banyak pihak yang muncul dengan mengusung tema kearifan lokal. “Kita buat video klip menggambarkan daerah dan alat musik  masing-masing,” ucapnya.

Sekadar informasi setelah di Medan, The Nuna akan menggelar roadshow bertema “synchronizer”,  di Tebing Tinggi (7 Desember), Kisaran (8 Desember), Pematangsiantar (9 Desember) dan Aek Kanopan (10 Desember). Pada roadshow yang juga diahdiri Kepala DKSU, Baharudin Saputra tersebut juga dimeriahkan penampilan musisi Benny Tambak dan juga dihadiri sejumlah penggiat seni lainnya. Untuk diketahui, di youtube, lagu Pasti Terganti yang diunggah channel The Nuna pada bulan lalu telah ditonton ribuan kali.(Syukri Amal)

Komentar Facebook



Loading...
To Top