Demokratia

Rapimda III Golkar Sumut, Airlangga: Kader Golkar Harus Fokus Sosialisasikan Kinerja Jokowi-JK

PUBLIKA.CO.ID – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Golongan Karya (Golkar) Airlangga Hartarto meminta setiap kader Partai Golongan Karya (Golkar) untuk memberikan pencerahan atas kinerja pemerintah Joko Widodo -Jusuf Kalla (Jokowi-JK) saat ini kepada masyarakat di tiap tingkatan masing-masing.

Loading...

Hal itu disampaikan Airlangga saat memberikan arahan kepada ratusan kader dan pengurus DPD Partai Golkar kabupaten dan kota se Sumatera Utara dalam Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) III DPD Partai Golkar Sumut di Kantor DPD Partai Golkar Sumut Jalan Wahid Hasyim, Medan, Senin (10/12).

“Kader Partai Golkar harus sampaikan kepada masyarakat apa yang sudah di capai oleh pemerintah sampai saat ini. Ada banyak saat ini keberhasilan pemerintahan Joko Widodo dalam memberikan kemajuan bangsa. Infrastruktur yang saat ini sedang terus dilakukan, pembangunan Bandar Udara baru, Pelabuhan dan jalan Tol,” kata Airlangga Hartarto.

Baca juga:  Momentum Emas Politik Perempuan

Pasalnya, jelas Airlangga, banyak keberhasilan-keberhasilan empat tahun pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla saat ini, tidak diketahui oleh masyarakat lapisan bawah. Bahkan sebaliknya, banyak informasi yang tidak benar yang diterima masyarakat.

Dirinya mencontohkan, bagaimana issu tentang Tenaga Kerja Asing yang membanjiri indonesia yang beredar di masyarakat. Lantas karena hal itu tidak diluruskan, akhirnya menjadi sebuah kkebenaran di tengah-tengah masyarakat.

Baca juga:  LPSDK Hingga 2 Januari, KPU: Yang Dilaporkan Bukan Hanya Uang

“Biasanya ini jadi barang gorengan. Apalagi menjelang Pemilihan Legisalatif dan Pemilihan Presiden 2019,” ujarnya.

Padahal pada kenyataannya, lanjut Airlangga,  jumlah Tenaga Kerja Indonesia yang berada di luar negeri lebih besar dibandingkan dengan Tenaga Kerja Asing yang masuk ke Indonesia.

“Untuk Malaysia penduduknya berjumlah 31 juta, sementara Tenaga Kerja Indonesia disana 4,5 juta, Singapura jumlah penduduknya da 5,5 juta dan Indonesia ada kuota disana sebanyak 150 ribu Tenaga Kerja, Hongkong jumlah penduduknya ada 7 juta, kita juga punya kuota 153 ribu, di Makao ada 642 ribu Tenaga Kerja Indonesia. Sama juga di Eropa atau negara Timur Tengah,” ungkap Airlangga.

Baca juga:  Begini Cara BEM FKIP Universitas Nommensen Tangkal Radikalisme

Untuk itu, lanjut Airlangga, dirinya berharap itulah sebabnya mengapa setiap kader harus terjun ke masyarakat dan membawa aspirasi. Selain mendengarkan langsung keluhan masyarakat, juga memberikan pemahaman atas kemajuan pembangunan saat ini.

“Jadi ini jangan di goreng-goreng, ini adalah fakta. Biasanya ini jadi barang gorengan jelang Pemilihan Legisalatif dan Pemilihan Presiden 2019,” tutupnya.

Editor: Asmojoyo

Loading...

Komentar Facebook

To Top