Peristiwa

Money Laundry” Hasil Narkotika, Dua Warga Bireuen Dituntut Kurungan 12 Tahun

Dua terdakwa pencucian uang (money laundry) hasil penjualan narkotika mendengarkan JPU membacakan tuntutan pada sidang Senin (17/12) sore.(ist)

PUBLIKA.CO.ID – Dinilai terlibat pencucian uang (money laundry) penjualan narkotika jenis sabu, warga Bireuen, Dedi dan Herizal, dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Cut Indri pidana penjara masing-masing 12 tahun.

Loading...

Pada sidang di Pengadilan Negeri Medan, Senin (17/12) sore, JPU Cut Indri juga menuntut kedua terdakwa membayar denda Rp2 miliar subsider enam bulan kurungan.

“Perbuatan kedua terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal  3 jo pasal 10 UU RI No. 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang,” ucap Cut Indri di hadapan majelis hakim yang diketuai Gosen Butarbutar.

“Kedua terdakwa turut serta melakukan percobaan, pembantu atau permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menghibahkan, menitipkan, membawa ke luar negeri, mengubah bentuk, menukarkan dengan mata uang, atau surat berharga, atau perbuatan lain atas harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana,” ujar JPU Cut Indri.

Baca juga:  BREAKING NEWS-Kebakaran Hebat Melanda Pasar Sinunukan III, Puluhan Rumah Dikabarkan Hangus Terbakar

Masih dalam tuntutannya, JPU Cut Indri mengatakan, pemberatan terhadap hukuman kedua terdakwa lantaran sudah menikmati hasil penjualan sabu-sabu yang dilakukan temannya Ali Akbar.

Selain tuntutan pidana, sejumlah aset berupa tanah berdiri satu unit rumah di atasnya di Komplek Perumahan Debang Taman Sari Blok Anggrek No. B-25 Jalan Flamboyan Raya, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan disita. Selain itu, dua unit mobil bermerk Honda CRV dan Honda Civic dirampas untuk negara.

Baca juga:  Empat Kurir 6,6 Kg Sabu Pasrah Divonis Pidana Penjara 18 Tahun

“Menuntut seluruh barang bukti yang merupakan hasil dari tindak pidana dirampas untuk negara,” pungkas Cut Indri.

Diketahui dalam dakwaan JPU, Herizal dan Dedi bertugas sebagai bendahara atas peredaran narkotika yang dilakukan oleh Ali Akbar selama empat tahun, mulai dari Maret 2013 hingga Maret 2017. Total Keduanya dititipkan uang mencapai Rp1,8 miliar.

Ali Akbar merupakan bandar sabu-sabu yang lebih dulu ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Juni 2017 lalu dengan barang bukti sabu mencapai 39Kg. Ali Akbar merupakan target operasi BNN Jaringan Internasional Indonesia-Malaysia yang diputus 20 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Medan pada 1 Maret 2018.

Baca juga:  Apartemen 30 Lantai Di Pusat Kota Medan Terbakar

Saat ditangkap petugas BNN, Ali Akbar mengungkap bahwa sejumlah hasil peredaran narkotika yang ia lakukan di Sumatera Utara dan Aceh dititipkan kepada terdakwa Dedi dan Herizal. Dari situ, personel BNN pada 16 Maret 2018 akhirnya menciduk keduanya di salahsatu rumah di Komplek Perumahan Debang Taman Sari Blok Anggrek No. B-25 Jalan Flamboyan Raya, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan.

Dari hasil pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas BNN, uang yang diterima keduanya diketahui telah dikirimkan sebagian ke rekan rekan Ali Akbar lainnya. Kini untuk mengadili kedua terdakwa, Majelis hakim menjadwalkan sidang pada Senin (7/1/2019) mendatang.(Syukri Amal)

Loading...

Komentar Facebook

To Top